Kekuatiran Ekonomi Tiongkok Menekan Awal Indeks Shanghai

394

Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Jumat (19/02), Indeks Shanghai bergerak negatif, terpantau turun -13,49 poin atau -0,47 persen pada 2849.40. Pelemahan indeks Shanghai tertekan perlambatan ekonomi Tionkok yang terpicu kekuatiran arus keluar dana dari pasar uang Tiongkok.

Lihat :Akhir Bursa Shangai Negatif Diterpa Berbagai Sentimen Negatif

Arus dana keluar telah meningkat sejak devaluasi yuan kejutan Tiongkok Agustus lalu, dan telah memicuk kekhawatiran tentang perlambatan dan harapan kenaikan suku bunga AS ekonominya.

The People`s Bank of China (PBOC) telah mendukung yuan, pengeluaran melalui cadangan devisa yang sangat besar pada kecepatan untuk melawan gelombang arus keluar modal.

Penjualan bersih forex Januari, dari perhitungan Reuters berdasarkan data bank sentral yang dipublikasikan kemarin, dibandingkan dengan rekor tinggi 708.200.000.000 yuan pada bulan Desember.

Institute for International Finance memperkirakan bahwa bank sentral China kemungkinan menghabiskan sekitar US $ 90 miliar senilai cadangan dalam intervensi mata uang pada bulan Januari, yang mengarah ke arus keluar modal bersih bulanan sekitar US $ 113 miliar.

Pejabat Cina telah menekan risiko arus keluar modal, yang tertekan perusahaan Tiongkok untuk membayar utang luar negeri, peningkatan investasi keluar oleh perusahaan lokal dan belanja luar negeri oleh wisatawan Tiongkok.

Untuk mengatasi permasalahan pasar keuangan. Bank Sentral Tiongkok terus berupaya menguatkan pasar keuangannya. Bank sentral Tiongkok akan menyuntikkan 10 miliar yuan ($ 1,53 miliar) ke pasar uang melalui tujuh hari reverse bond repurchase agreements pada Jumat, kata para pedagang.

Ini akan mengisi kekuragan pasar keuangan minggu ini menjadi 455 miliar yuan, nilai yang paling tinggi tiga tahun. Angka ini tidak termasuk suntikan pada minggu lalu.

Bank sentral meningkatkan frekuensi operasi pasar terbuka antara 29 Januari hingga 19 Februari untuk menjaga likuiditas sebelum dan setelah Tahun Baru Imlek. Bank sentral mengatakan pada Kamis malam itu akan melakukan operasi pasar terbuka setiap hari mulai 18 Februari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi melemah terbatas merespon kekuatiran ekonomi Tiongkok, namun bisa menguat jika kepercayaan investor semakin naik dengan stimulus yang diberikan pemerintah Tiongkok. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2762-2687 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 2929-3041.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here