Proyeksi Negatif Ekonomi Brazil Menekan Harga Gula ICE

413

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Jumat dini hari (19/02) ditutup melemah, tertekan diturunkannya proyeksi ekonomi dan peringkat kredit Brazil.

Harga gula turun setelah penurunan peringkat kredit dari Brasil, produsen gula terbesar di dunia, karena pasar mengantisipasi depresiasi lebih lanjut dari mata uang lokal negara terhadap dolar.

Michael McDougall, kepala desk Brasil di Societe Generale, mengatakan. “Salah satu faktor besar ini tentu saja mata uang dan S & P menurunkan Brasil lebih jauh ke wilayah junk.”

Kemarin, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) juga memangkas proyeksi pertumbuhan global. OECD menyatakan ekonomi Brazil, Jerman dan AS melambat dan memperingatkan bahwa beberapa pasar negara berkembang berada pada risiko volatilitas nilai tukar. Di antara negara ekonomi utama, Brasil adalah satu-satunya saat ini dalam resesi dan itu resesi yang membuktikan lebih dalam dan lebih lama dari yang diperkirakan.

Hasil buruk tersebut melemahkan Real Brasil. Ketika real Brasil melemah terhadap dolar, harga gula lebih mahal karena dijual dalam mata uang dollar AS, sehingga permintaan menurun. Hal ini juga mendorong produksi gula di atas produksi etanol, yang keduanya dapat diproduksi dari tebu.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Mei 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,30 sen atau setara dengan -2,28 persen pada posisi 12,85 sen per pon.

Ke depan, beberapa pedagang bertaruh bahwa kekenyangan gula yang telah dibangun di pasar akhirnya akan mulai tenang. INTL FCStone memprediksi bahwa permintaan untuk gula akan melebihi produksi baru tahun ini sebesar 7 juta ton. Sebelumnya, telah menempatkan defisit sebesar 5,6 juta ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan melemah dengan sentimen pulihnya produksi gula di negara-negara produsen.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 12,35 sen dan 11,85 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  13,35 sen dan 13,85 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here