Obligasi Rupiah Dalam Tekanan Karena Aksi Profit Taking

311

Obligasi Rupiah dalam tekanan karena aksi profit taking yang dipimpin oleh nama asing karena tidak ada katalis baru untuk membeli obligasi Rupiah; sementara yield obligasi turun 70 bps dari awal tahun.

Obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan turun dengan yield berkisar antara 8.12% dan 8.15%.

Penjualan tidak massif saat itu karena dukungan yang besar dari bank lokal dan aliran dana riil untuk seri obligasi benchmark.

Tidak banyak transaksi terjadi selain seri obligasi benchmark tenor 10 tahun.

Sementara itu, terlihat permintaan yang besar atas obligasi jangka pendek dengan tenor 6 bulan seperti FR 30, diperdagangkan dengan yield 5.3%, dan FR 53 dengan yield 7.78%. Obligasi jangka panjang masih tetap dalam tekanan, khususnya obligasi tenor 20 tahun. Yield meningkat sekitar 6 – 7 bps dibandingkan dengan penutupan hari Jum’at.

Yield indikatif hari ini:

Obligasi                           Yield Terkini

SPN (1 th)                        6.90% (+0.00)

FR53 (5 th)                    7.78%  (+0.06)

FR56 (10 th)                    8.15%  (+0.07)

FR73 (15 th)                    8.45%   (+0.07)                        

FR72 (20 th)                  8.48%  (+0.06)

 

ROI26                           4.66%, spread T+ 250

ROI46                          5.71%, spread T+ 274

 

Bella Donna/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here