Bursa Hong Kong Berakhir Tertekan Kinerja Buruk Sektor Properti dan Utilitas

292
indeks hang seng

Pada penutupan perdagangan Selasa (23/02), indeks Hang Seng di Bursa Hongkong ditutup turun -49,21 poin, atau -0,25 persen, di 19414.78. Pelemahan indeks Hang Seng tertekan kinerja buruk sektor properti dan utilitas mengimbangi kenaikan energi dan sumber daya.

Lihat : Indeks Hang Seng Turun Terganjal Pelemahan Minyak Mentah Dan Kekuatiran Ekonomi Domestik

Pada perdagangan bursa Hong Kong, sebagian besar sektor jatuh, tapi saham energi dan sumber daya naik dengan rebound harga komoditas dan minyak global.

Pada penutupan perdagangan sore ini saham-saham yang menekan bursa adalah saham Tingyi Cayman Islands Holding Corp yang turun -6,32%, saham Want Want China Holdings Ltd turun -5,11%, saham Hang Seng Bank Ltd turun -2,68%, saham Wharf Holdings Ltd/The turun -2,10%, saham Lenovo Group Ltd turun -2,06%.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng terpantau naik 29 poin atau 0,15% pada  19,445.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,416.00.

Esok akan dirilis data pertumbuhan ekonomi kuartal keempat yang diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya. Investor juga menantikan hasil pengumuman anggaran yang akan disampaikan rabu besok.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya masih berpotensi melemah terbatas dengan kekuatiran perlabatan ekonomi Hong Kong. Namun tetap diperhatikan pergerakan harga minyak mentah dan Wall Street. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 18.980-18.447 dan kisaran Resistance 19.979-20.445.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here