Minyak Mentah Sengsarakan Rival Utama Dollar AS

282

Mengakhiri perdagangan forex hari pertama  pekan ini, terpantau Selasa dini hari (23/02) kurs euro dan poundsterling benar-benar tidak mendapat perhatian pasar sehingga berakhir anjlok parah dibandingkan dengan yen terhadap dollar AS. Kekuatan dollar melawan rival utamanya didapat dari lonjakan harga minyak mentah menghiraukan buruknya rilis  data ekonomi Amerika semalam.

Lihat: Dollar dan Kurs Komoditas Pimpin Perdagangan Forex Sesi Eropa 22/02/16

Harga minyak mentah melonjak tinggi merespon pengumuman kesepakatan Rusia dan Arab Saudi yang membekukan produksi minyaknya 75% dari ekspor negara tersebut mulai tanggal 1 Maret nanti. Keputusan tersebut nantinya akan mengurangi pasokan minyak mentah global yang memberatkan harga komoditas tersebut selama ini.

Dan untuk rival utama dollar AS, kurs pound yang paling parah anjloknya diikuti oleh swissfranc, yen dan euro. Pound mendapat pukulan keras dari pengumuman PM Inggris yang menyengsarakan pergerakan mata uang Poundsterling tersebut.

Terhadap rival minor dari dollar AS, aussie yang berhasil mencetak penguatan paling besar dibandingkan dengan dollar Canada dan juga kiwi dollar sebagai kurs komoditas.

Dari sisi pergerakan valas kawasan Asia, beberapa mata uang negara besar menguat terhadap dollar seperti yuan China, rupee India, won Korea, ringgit Malaysia. Dan yang paling besar kekuatannya adalah rupiah lalu disusul oleh won Korea.

Lihat: Rupiah Awal Pekan Terkuat Dari Mata Uang Asia

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido  Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here