Singapura Alami Deflasi 15 Bulan Berturut

400

Kabar buruk datang kembali dari ekonomi Singapura hari ini setelah Departemen Perdagangan dan Industri Singapura  siang ini (23/2) kembali melaporkan bahwa laju inflasi harga konsumen Singapura pada bulan Januari lalu secara tahunan bukukan penurunan untuk 15 bulan berturut. 

Adapun laju inflasi indeks harga konsumen Singapura pada Januari lalu menurun tajam sebesar -0,6 persen (yoy), dimana penurunan ini telah melebihi ekspektasi ekonom yang semula hanya memprediksi penurunan sebesar -0,5 persen (yoy) dibulan tersebut. Dapat dilihat trennya pada gambar dibawah ini:

Singapore Inflation Rate

Seperti diketahui, harga konsumen di negara ini memang sudah jatuh sejak November 2014 lalu dan sejauh ini belum berhasil terangkat kembali. Adapun penyebab deflasi tersebut masih didominasi oleh  biaya menurun lebih lanjut untuk perumahan & utilitas dan transportasi. Namun pada pada periode tersebut  harga makanan naik pada laju yang lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya.

Inflasi inti, yang tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi jalan pribadi, naik 0,4 persen secara tahunan, percepatan dari kenaikan 0,3 persen pada bulan Desember 2015 dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Ini merupakan angka tertinggi sejak September 2015.

Dan secara bulanan, harga konsumen turun naik 0,2 persen pada Januari 2016, setelah tetap tidak berubah di bulan sebelumnya. Untuk tahun 2016, Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Departemen Perdagangan dan Industri (MTI) memangkas  prospek inflasi mereka  dari  -1,0 persen menjadi 0,0 persen diproyeksi sebelumnya -0,5 persen menjadi 0,5 persen.
 

 

 

H Bara/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here