Review Forex 23/02/16: Mata Uang Safe Haven Untung Besar

676

Mengakhiri perdagangan forex hari kedua pekan ini, terpantau Rabu dini hari (23/02) dollar AS anjlok kembali terhadap mata uang safe haven pasca anjloknya kembali harga minyak mentah hingga turun 5 persen. Namun secara teknikal dollar AS menguat terhadap beberapa rival utama mengambil momentum pelemahan fundamental rivalnya tersebut.

Lihat: Dollar dan Kurs Komoditas Pimpin Perdagangan Forex Sesi Eropa 22/02/16

Harga minyak mentah anjlok kembali setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi AL Naimi menyatakan tidak akan membekukan dan memangkas produksi minyaknya dengan alasan permintaan akan meningkat di posisi harga yang rendah dalam 20 bulan terakhir.

Mata uang safe haven seperti yen dan swissfranc berhasil menguat signifikan dan mengirimkan yen Jepang naik ke posisi tertinggi dua minggu terhadap dolar, sementara swissfranc naik ke posisi tiga minggu tertinggi. Penguatan yen didukung oleh pernyataan gubernur BOJ yang menyebutkan inflasi akan naik tidak cukup dengan mencetak banyak uang saja.

Terhadap rival mayor dari dollar AS lainnya,  pound sulit bangkit menimbang buruknya fundamental politik Inggris pasca rencana Inggris keluar dari Uni Eropa. Banyak pro dan kontra bahkan baru-baru ini diberitakan ratusan perusahaan besar menolak adanya Brexit.

Dari sisi pergerakan valas kawasan Asia, beberapa mata uang negara besar melemah terhadap dollar dikarenakan pasar global lebih memilih safe haven. Namun rupiah berhasil menguat meski dengan volume yang tipis terhadap dollar.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido  Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here