Penggerak Harian Forex 25/02/16: Euro dan Pound Berusaha Bangkit

238

Perdagangan forex hari keempat  pekan ini (25/02), pada sesi Asia Kamis pagi dollar AS sedikit terkoreksi terhadap beberapa mata uang rival utamanya seperti euro dan pound. Pelaku pasar dibingungkan dengan pendapat yang berbeda para petinggi the Fed beberapa hari terakhir terkait dengan kenaikan suku bunga lanjutan the Fed.

Setelah 2 pejabat the Fed sebelumnya menyatakan dukungannya untuk melanjutkan kenaikan suku bunga bank sentral AS seperti Jeffrey Lacker  dan Robert Kaplan, Presiden The Fed St Louis  James Bullard menyakan kenaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat akan mengganggu kredibilitas bank sentral Amerika.

Lihat: Harga Minyak Mentah Masih Menjadi Penggerak Pasar

Penggerak fundamental pasar pagi ini sudah dimulai dengan rilis data ekonomi  Australia, dari Australia sudah dirilis data investasi sektor swasta Australia kuartal terakhir tahun 2015 yang meningkat signifikan dari kuartal sebelumnya yang kontraksi. Namun data yang harusnya dapat mengangkat aussie, kurang kuat dikarenakan masih lemahnya harga minyak mentah.

Sedangkan pergerakan mata uang kawasan Eropa seperti euro dan pound hari ini akan dirilis data yang kuat menggerak kedua kurs. Dari kawasan euro akan dirilis data kepercayaan konsumen Jerman berdasarkan survey GFK, data terakhir tingkat inflasi kawasan tersebut. Sedang dari Inggris akan dirilis data perkiraan kedua untuk PDB kuartal terakhir Inggris tahun 2015.

Untuk penggerak euro diatas sepertinya dapat semakin mengangkat tinggi euro yang sedang menguat di sesi Asia. Demikian juga terhadap pound dapat mengangkat kurs tersebut jika data yang ditunjukkan melebihi ekspektasi.

Lihat: Kalender Forex Hari Ini

Untuk perdagangan dollar AS sepanjang hari ini akan menerima sentimen dari beberapa rilis  data  ekonomi yang diperkirakan  menunjukkan hasil yang mixed, dimana data core durable goods orders diperkirakan meningkat dari kontraksi data sebelumnya namun data klaim pengangguran dikhawatirkan menunjukkan data yang negatif.

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang