Gejolak Pasar Global Dipengaruhi Harga Minyak Dan Dollar AS

324

Memulai perdagangan pagi ini kami Bursa Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (27/02), dengan sebagian besar penurunan karena pelemahan minyak mentah dan data inflasi meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga di tahun mendatang. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,34 persen, di 16,639.97, dengan saham Coca-Cola penurun terbesar. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,19 persen, pada 1,948.05, dengan penurunan tertinggi sektor utilitas yang memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,18 persen, ke 4,590.47.

Bursa Asia pagi ini dibuka positif. Terpantau indeks Nikkei naik 1,22% pada 16385.54, terpicu positifnya data Industrial Production. Indeks ASX 200 naik 0,48 %, pada 4903.60 dengan sebagian besar sektor di zona hijau. Indeks Kospi naik 0,21 persen, pada 1924.23 terdorong kenaikan harga minyak mentah.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman April akhir pekan kemarin ditutup turun 0,88 persen pada 32,78 dollar per barel , dengan tarik menarik sentimen kekenyangan pasokan global dengan berbagai sentimen bullish lainnya. Sedangkan harga emas spot akhir pekan ditutup turun 0,92 persen pada 1,222.96 dollar per troy ons terganjal penguatan dollar AS.

Dari pasar valas, pada penutupan perdagangan forex akhir pekan dollar AS menguat terdukung naiknya pertumbuhan ekonomi kuartal ke IV AS. EURUSD turun 0.79% pada 1.0929. GBPUSD turun 0.68 % pada 1.3864. USDJPY naik 0.88 %, pada 113.98.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Jumat (26/02) ditutup naik signifikan 1,61% pada 4733,15. Penguatan IHSG terdorong aksi beli saham investor asing. IHSG untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4675-4704, dan resisten 4749-4765. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBNI, TLKM, MPPA dan MYRX.

 

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here