Kerugian Bisnis ANTM Belum Menghancurkan Laju Sahamnya

260

Pergerakan saham PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melonjak signifikan menghapus semua kerugian dalam 2 hari perdagangan pertama pekan ini, jelang akhir perdagangan sesi pertama hari Kamis (3/03) masih menunjukkan kekuatan meski lebih rendah dari kekuatan kemarin. Kekuatan saham emiten tambang pelat merah ini menutupi kinerja fundamentak perusahaan yang sedang merugi tahun 2015.

ANTM laporkan kinerja keuangannya sepanjang tahun 2015 yang merugi sebesar Rp 1,44 triliun atau membengkak dari kerugian Rp743,5 miliar ditahun sebelumnya.Buruknya kinerja ANTM dipicu tingginya beban perusahaan dan beban keuangan ditengah meningkatnya pendapatan perseroan.

Penjualan ANTM sepanjang tahun 2015 meningkat 12% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp10,55 triliun. Namun beban keuangan perseroan yang tinggi dan meningkat 90 persen lebih Rp 246 miliar mengurangi pemasukan perusahaan tersebut. Sebagai informasi peningkatan  penjualan  ditopang paling besar oleh meningkatnya penjualan emas sebanyak 14.179 Kg dibandingkan tahun 2014 yang hanya menjual 9.978 Kg atau berhasil mendapatkan  Rp7,31 triliun.

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Kamis (03/03), saham ANTM dibuka  pada posisi 382 dan penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 381. Saham hari ini sudah menguat 0,79 persen  dengan volume perdagangan saham baru mencapai  800 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ANTM perdagangan sebelumnya menguat ke posisi paling kuat sejak Oktober 2015 dengan  indikator MA  bergerak naik dan  indikator Stochastic  bergerak menembus area jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar   dengan  +DI yang  bergerak naik menunjukan pergerakan ANTM dalam penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading hari ini pada target level support di level 375  hingga target resistance di level 390.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here