Saham WTON Anjlok Parah Ditekan Melempemnya Kinerja 2015

664

Pergerakan saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) yang bergerak konsolidasi sejak perdagangan pekan lalu, akhiri perdagangan sesi pertama hari Kamis (3/03) anjlok parah pasca laporan kinerja keuangan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk sepanjang tahun 2015 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Keuntungan yang didapat WTON pada tahun 2015 hanya  Rp 171,78 miliar, sedangkan tahun 2014 bisa mendapatkan  Rp 323,70 miliar. Buruknya kinerja keungan tersebut dipicu oleh menurunnya pendapatan dan membengkaknya beban usaha meski beban pokok pendapatan menurun.

Pendapatan WTON berkuarang cukup banyak dibandingkan dengan tahun 2014 yang berhasil mendapat  Rp 3,27 triliun dan tahun lalu hanya  Rp 2,65 triliun. Beban usaha membengkak dari Rp76,89 miliar menjadi Rp90,15 miliar sedang beban pokok pendapatan turun menjadi Rp2,32 triliun dari Rp 2,79 triliun.

Sebagai informasi, WTON targetkan kontrak baru sebesar Rp4 triliun dengan carry over Rp1,7 triliun, sebelumnya pada 2015 perolehan kontrak baru mencapai Rp3,5 triliun atau 34,62% lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan tahun 2014 sebesar Rp2,6 triliun. Dan pencapaian ini melebihi proyeksi kontrak baru 2015 yaitu sekitar Rp3,2 triliun. 

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (03/03) saham WTON dibuka pada level 955 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 965 dan bergerak dalam zona merah dengan volume perdagangan saham baru mencapai 116 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, saham WTON bergerak flat pada perdagangan sebelumnya dengan  indikator MA bergerak datar dengan Stochastic menunjukkan konsolidasi   di area jenuh jual.

Indikator Average Directional menunjukkan garis +DI  berada di atas garis –DI dengan   garis ADX flat  menggambarkan bahwa tren saham WTON dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya, rekomendasi trading hari ini berada di target support pada level 940 hingga resistence di level 980.

 

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here