Sentimen Positif Mendorong Harga Timah Naik Signifikan

389

Harga timah di bursa Malaysia melonjak pada perdagangan Jumat (03/03). Kenaikan harga timah terdorong berbagai sentimen positif.

Kenaikan harga timah hari ini terdorong meningkatnya kepercayaan menjelang pertemuan kebijakan Kongres Rakyat Nasional akhir pekan ini bahwa Tiongkok akan memperkenalkan langkah-langkah kebijakan lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan.

Lihat : Sentimen Positif Melanjutkan Penguatan Harga Timah

Siang ini terpantau bursa Shanghai positif, naik 0,39% pada 2870.99. Hasil positif ini semakin mendorong harapan meningkatnya perekonomian Tiongkok yang mendorong permintaan timah juga menguat.

Penguat harga timah lainnya adalah kenaikan harga minyak mentah sesi Asia. Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia pada Jumat, didukung menurunnya produksi minyak mentah AS jatuh ke level terendah sejak November 2014.

Harga minyak mentah berjangka AS telah naik 13 sen menjadi $ 34,70 per barel, setelah menetap 9 sen di sesi sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka Brent naik 3 sen menjadi $ 37,10 per barel.

Kenaikan harga timah yang telah memiliki fundamental yang kuat, juga didorong lebih lanjut ketika gempa kuat dilaporkan di Indonesia, tidak menimbulkan kerusakan bagi pabrik maupun operasi dari PT Timah.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami kenaikan signifikan hari ini dengan berbagai dukungan sentimen positif. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 16.600 dollar per ton, naik sebesar 300 dollar dari penutupan sebelumnya pada 16.300 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas untuk jangka pendek merespon meningkatnya kepercayaan menjelang pertemuan kebijakan Kongres Rakyat Nasional akhir pekan ini. Harga akan menghadapi level Resistance di posisi 16.800 dollar dan 17.000 dollar. Akan tetapi jika terjadi penurunan harga akan menghadapi level Support di 16.400 dollar dan 16.200 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here