Market Outlook 7-11 March 2016

411

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau rally melewati level 4800 mengikuti bursa kawasan dan global yang menanjak menyusul penguatan harga sejumlah komoditas tambang dan derasnya dana masuk investor asing, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 4,850.88. Untuk minggu berikutnya ini (7-11 Maret) IHSG kemungkinan akan sedikit tertahan aksi profit taking, namun masih berpeluang meneruskan rally di antara libur Nyepi Rabu ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4930 dan 4990, sedangkan support di level 4650 dan kemudian 4800.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau masih lanjut perkasa menyentuh level terkuatnya tahun ini sejalan juga dengan penguatan mata uang se-Asia, di mana secara mingguan rupiah terus menguat ke level 13,130. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,400 dan 13,535, sementara support di level 12,925 dan 12,830.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman suku bunga dari bank sentral global di Eropa dan Selandia Baru. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•    Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; dilanjutkan dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Prelim GDP q/q pada Jumat malam.
•    Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing Production m/m Inggris pada Selasa sore; diteruskan dengan rilis Minimum Bid Rate dari ECB Eropa pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.05%.
•    Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data RBNZ Rate Statement (Selandia Baru) pada Kamis subuh yang diperkirakan bertahan di level 2.50%.

 

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat melemah dengan data tenaga kerja AS yang mengindikasikan the Fed belum akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunganya, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau melemah ke level 97.210. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau menguat ke level 1.1003. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0820 dan 1.0715 sementara resistance pada 1.1070 dan kemudian 1.1375.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.4224 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3830 dan kemudian 1.3650 sedangkan resistance pada 1.4395 dan 1.4675. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir stabil seputar level 113.96. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.90 dan 117.55, serta support pada 110.95 serta level 107.60. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7432. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7100 dan 0.6975, sementara resistance level di 0.7500 dan 0.7655.

 

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat bersamaan dengan mata uang Asia yang mengalami gain vs US Dollar. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan ke level 17014. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17115 dan 17935, sementara support pada level 15795 dan lalu 14530. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20176. Minggu ini akan berada antara level resistance di 20850 dan 22230, sementara support di 18885 dan 18275.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau membukukan penguatan dengan menanjaknya harga minyak dan sejumlah komoditas lainnya yang mengurangi efek kekuatiran pasar akan datangnya resesi. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level  17,000.60, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17185 dan 17905, sementara support di level 16160 dan 15500. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 1,994.08 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2020 dan 2100, sementara support pada level 1890 dan 1807.

 

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau dinamis dan rally mencapai level tertinggi 13 bulannya dalam situasi dollar yang melemah, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat ke level $1263.25 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1307 dan berikut $1325, serta support pada $1210 dan $1180. Di Indonesia, harga emas terpantau naik tipis ke level Rp526,088.

Variasi pasar konsisten menampakkan dirinya belakangan ini. Sejumlah pasar saham ada yang tampil rally, sementara tekanan kemungkinan resesi ekonomi global masih mengancam. Gejolak pasar kalau kita perhatikan bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya.

Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here