Cadangan Devisa Februari Indonesia Meningkat

481

Bank Indonesia pada hari Senin (07/03) merilis cadangan devisa Indonesia bulan Februari 2016 yang membukukan hasil kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2016 tercatat sebesar US$104,5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2016 sebesar US$102,1 miliar. Peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerimaan devisa migas dan penarikan pinjaman pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang jauh melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

indonesia-foreign-exchange-reserves (1)

Posisi cadangan devisa per akhir Februari 2016 tersebut cukup untuk membiayai 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Lihat : Kekuatan Rupiah Tinggikan Cadangan Devisa Bulan Februari

Hasil ini lebih baik dibandingkan posisi bulan lalu. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2016 tercatat sebesar US$102,1 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2015 sebesar US$105,9 miliar. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan devisa, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah, termasuk pembayaran pokok dan bunga global bond yang jatuh tempo.

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang menentukan kesehatan ekonomi sebuah negara.  Cadangan devisa merupakan indikator yang menunjukkan apakah negara tersebut mampu membiayai kebutuhan dalam negerinya. Dengan kondisi cadangan devisa yang mengalami penurunan tajam dalam satu periode waktu bisa mengakibatkan nilai tukar negara tersebut mengalami penurunan.

Lihat : Konsumen Indonesia Masih Optimis Dengan Kondisi Ekonomi

Cadangan devisa ini menjadi salah satu instrumen yang digunakan Bank Indonesia untuk mengelola nilai tukar mata uang. Jika nilai tukar mata uang sedang mengalami penurunan tajam dan otoritas moneter menginginkan supaya nilai tukar lebih stabil atau ingin agar nilai tukar menguat, lembaga tersebut akan melepaskan cadangan devisa dalam bentuk mata uang asing ke pasar.

Dengan kondisi menguatnya cadangan devisa negara, maka dapat dinyatakan kesehatan ekonomi Indonesia adalah baik, dimana negara dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here