IHSG 8 Maret Rebound Didukung Kenaikan Cadangan Devisa Dan Sektor Pertambangan

372

Indeks Harga Saham Gabungan pada pembukaan perdagangan Selasa (08/03) bergerak rebound, saat ini terpantau naik 10,22 poin atau 0,21 persen pada 4841,79. Penguatan IHSG terdorong meningkatnya cadangan devisa Indonesia dan penguatan sektor pertambangan.

Sore kemarin setelah penutupan perdagangan saham, dirilis data cadangan devisa Indonesia yang bukukan peningkatan, denga hasil $ 104,5 miliar, naik dari hasil sebelumnya pada $ 102,1 miliar.

Lihat : Denyut IHSG Sektoral : Tertekan Sektor Konsumer, Saham KICI Turun Tertinggi

Kenaikan IHSG juga didukung dengan kenaikan tertinggi saham Pertambangan yang menguat 1,74%. Kenaikan ini terbantu penguatan harga minyak mentah.

Harga Minyak mentah naik lebih dari 5 persen pada akhir perdagangan Senin didorong  pembicaraan produsen OPEC untuk penetapan harga minyak mentah yang lebih tinggi. Produsen minyak utama OPEC secara khusus mulai membahas tentang keseimbangan harga minyak baru sebesar $ 50, konsultan berbasis di New York PIRA mengatakan kepada Reuters.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate berada pada $ 37,90 per barel, naik 5,5 persen, atau $ 1,98 setelah mencapai tertinggi dua bulan di $ 38,11. WTI juga telah memperoleh 12,3 persen pada pekan lalu. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak bulan depan naik $ 2,07, atau 5,3 persen, pada $ 40,79 per barel. Sesi tertinggi yang adalah $ 41,04, tertinggi sejak 9 Desember

Penguatan saham Pertambangan juga terjadi dengan dilaksanakannya Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan lalu, dan pelaksanaannya mulai berjalan pekan ini. 

Penandatanganan tersebut terdiri dari 24 proyek termasuk diantaranya proyek dengan nilai terbesar Proyek Pembangunan dan Pengembangan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Prabumulih, Sumatera Selatan dengan nilai kontrak Rp493,5 miliar dan proyek paling strategis Proyek Pembangunan PLTS 2 MW di Manokwari dengan nilai kontrak Rp57,2 miliar. Secara keseluruhan, pada tahap III ini dilakukan penandatanganan 133 paket dengan nilai Rp3,04 triliun.

IHSG pada awal perdagangan pagi ini dikuatkan 8 sektor yang positif. Pada pagi ini tercatat 122 saham menguat, sedangkan 38 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 569 juta saham dengan nilai mencapai lebih 532 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 26.900 kali.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat dengan penguatan ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4801-4767, dan kisaran Resistance 4870-4904.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here