Bursa Tokyo 9 Maret Berakhir Negatif Tertekan Penguatan Yen

397
Photo by Vibizmedia

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Rabu (09/03), indeks Nikkei berakhir turun -140,95 poin, atau -0,84 persen, di 16,642.20. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen.

Lihat : Penguatan Yen Menekan Pembukaan Indeks Nikkei 9 Maret

Dengan menguatnya permintaan aset safe-haven, Yen Jepang mempertahankan kekuatannya terhadap dolar di 112, dari tingkat atas 113 yang dicapai pada Selasa. Pasangan dolar / yen diperdagangkan pada 112,56 per 02:20 waktu HK / SIN.

Penguatan yen biasanya negatif bagi eksportir karena mempengaruhi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi ke dalam mata uang lokal. Saham-saham eksportir utama di Jepang ditutup sebagian besar turun, dengan saham Toyota turun 0,23 persen, saham Nissan turun sebesar 1,28 persen dan saham Honda berakhir lebih rendah sebesar 0,96 persen. Sedangkan saham Sony berakhir naik 2,43 persen.

Dalam berita perusahaan lainnya, surat kabar Nikkei Jepang melaporkan bahwa Canon berada pada posisi terdepan untuk membeli bisnis kesehatan Toshiba, dengan tawaran sebesar lebih dari 700 miliar yen ($ 6,21 miliar). Toshiba sedang mengalami restrukturisasi menyusul skandal akuntansi pada tahun 2015. Penawar lain untuk bisnis kesehatan Toshiba termasuk Fujifilm, serta koalisi Konica Minolta dan perusahaan dana ekuitas swasta Eropa Permira, demikian dilaporkan Nikkei.

Saham Toshiba turun 2,26 persen, sedangkan saham Canon membalikkan kerugian untuk menutup naik 0,88 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau naik 10 poin atau 0,06% pada 16,640, naik dari perdagangan sebelumnya pada 16,630.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei diperkirakan berpotensi melemah terbatas dengan potensi penguatan Yen yang dipicu kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,166-15,653, dan kisaran Resistance 17,146-17,689.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here