Permulaan Indeks Shanghai 10 Maret Negatif Tertekan Kenaikan Inflasi

468
bursa shanghai

Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Kamis (10/03), Indeks Shanghai dibuka negatif, saat ini terpantau turun -32,89 poin atau -1,15 persen pada 2829.66. Pelemahan indeks Shanghai terpicu kenaikan inflasi yang semakin memperdalam kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok.

Lihat :Akhir Indeks Shanghai 8 Maret Naik Tipis Terbantu Penguatan Yuan

Inflasi Tiongkok bulan Februari naik tertinggi sejak Juli 2014 terpicu melonjaknya biaya makanan di tengah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, di mana adanya jutaan pesta makanan daging, seafood dan sayuran.

Indeks harga konsumen naik 2,3 persen pada Februari dari tahun sebelumnya, naik dari 1,8 persen pada Januari, karena harga pangan melonjak 7,3 persen. Membangkitkan pertanyaan atas kemampuan kenaikan itu, harga non-makanan naik sedikit dari bulan sebelumnya ke 1 persen peningkatan dan inflasi jasa melambat. Demikian Biro Statistik Nasional mengatakan pada hari Kamis (10/03).

Lihat : Inflasi Tiongkok Naik Tertinggi Sejak Juli 2014

Kenaikan inflasi Kamis ini ditambah dengan laporan terbaru sebelumnya yang menunjukkan penurunan ekspor dan manufaktur lemah, semakin menambah tekanan pada pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk menguatkan ekonomi. Kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi semakin mendalam telah menghasilkna penurunan 20 persen di indeks Shanghai tahun ini, kinerja terburuk di antara 93 indeks global yang dilacak oleh Bloomberg.

Indeks Shanghai menuju penurunan dua hari terbesar sejak akhir Januari. Volume perdagangan turun 36 persen di bawah 30-hari rata-rata untuk kali ini hari, dengan omset bergeser ke tingkat terendah sejak 15 Februari, pada Rabu.

Pelemahan indeks Shanghai dipimpin oleh perusahaan keuangan dan komoditas. Saham ICBC dan PetroChina Co keduanya merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Kamis pagi ini. 

Indeks CSI 300 Index tergelincir 0,8 persen karena penurunan saham energi dan saham keuangan. Saham ICBC, bank terbesar bangsa dengan kapitalisasi pasar, turun 1,6 persen, sedangkan Bank of China Ltd mundur 0,9 persen. Sinopec Shanghai Petrochemical Co dan Shaanxi Coal Industry Co turun setidaknya 2,6 persen. PetroChina, perusahaan minyak terbesar, turun 1,7 persen.

Poly Real Estate Group Co dan Huafa Industrial Co memimpin penurunan untuk pengembang properti Shanghai, mundur setidaknya 2,6 persen setelah 21st Century Business Herald melaporkan bahwa pejabat kota sedang membahas kebijakan pembelian rumah ketat untuk menindak pembelian spekulatif.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai diperkirakan melemah dengan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2732-2648 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 2936-3019.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here