Biaya Eksplorasi Bulanan Naik, Saham INCO Ikutan Bangkit

273

Di bulan Februari  lalu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melakukan kegiatan eksplorasi dengan berfokus Blok Soroako Petea, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan serta Blok Bahadopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dan biaya yang pegunakan untuk usaha tersebut  sebesar Rp5,3 miliar, biaya ini lebih tinggi dari biaya bulan sebelumnya  sekitar Rp4,4 miliar.

Emiten tambang nikel swasta di tanah air ini memiliki kinerja keuangan yang buruk sepanjang tahun 2015 jika dari kinerja tahun 2014 dikarenakan anjloknya harga nikel tanah air tahun lalu.  Laba perusahaan yang memiliki induk di Brasil ini menurun hingga 70 persen lebih, dari US$172,27 juta  menjadi  US$50,5 juta setara atau sekitar Rp696,71 miliar.

Buruknya kinerja keuangan perusahaan disebabkan turunnya pendapatan perusahaan serta sedikitnya turun beban usaha. Pendapatan 2015 US$789,74 juta sedangkan tahun sebelumnya US$1,03 miliar.   Beban usaha turun 20% menjadi US$11,56 juta dari tahun sebelumnya US$14,46 juta. 

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Jumat  (11/03),  saham INCO dibuka  pada posisi 1815 setelah perdagangan sebelumnya ditutup di 1810. Saham hari ini bergerak dalam kisaran 1895-1790 dengan volume perdagangan saham mencapai 211 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INCO perdagangan sebelumnya anjlok parah dengan  indikator MA bergerak naik dan  indikator Stochastic turun  di area tengah .

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik dengan  +DI yang  bergerak turun menunjukan pergerakan INCO dalam penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pekan depan  pada target level support di level 1740  hingga target resistance di level 1930.

 

 

Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here