Poundsterling Sesi Eropa 23 Maret Masih Terguncang

886

Aksi jual cukup besar terhadap poundsterling hingga  anjlok parah pasca ledakan bom di bandara internasional Brussel-Belgia kemarin sore masih terus berlangsung hingga perdagangan sesi Eropa hari Rabu (23/03). Serangan teror yang beruntun terjadi beberapa hari terakhir di kawasan Eropa, yang dimulai di Turki akhir pekan lalu membuat alasan Inggris keluar dari Uni Eropa semakin kuat.

Sentimen tersebut membuat kurs pound Inggris yang terus bergerak volatile sejak awal tahun 2016 oleh sentimen Inggris keluar dari Uni Eropa semakin terguncang pergerakannya jelang referendum yang dilakukan pada bulan Juni nanti untuk Brexit.

Dari sisi pergerakan dollar AS, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya semakin kuat pasca serangan teror tersebut yang ditambah sentimen kenaikan lanjutan Fed rate oleh ekspektasi beberapa pejabat tinggi bank sentral tersebut. Malam ini dollar juga akan menerima tambahan tenaga dari rilis data new home sales Amerika bulan Februari.

Pergerakan kurs poundsterling  di sesi Eropa (10:30:35 GMT) melemah terhadap dollar AS,  setelah  dibuka rendah  pada   1.4210 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound turun 42 pips  atau 0,4%  dan nilai bergulir  berada pada 1.4168.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun    ke posisi support  1.4133-1.4058 namun jika koreksi naik maka pair dapat  kembali ke kisaran  1.4340.

 

 

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here