Awal Bursa Eropa Tertekan Sentimen Kenaikan Suku Bunga Dan Pelemahan Minyak Mentah

305

Bursa saham Eropa diperdagangkan lebih rendah pada awal perdagangan hari Kamis (24/03) terpicu kekhawatiran baru atas sentimen kenaikan suku bunga AS dan pelemahan minyak mentah.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 1,1 persen lebih rendah.

Indeks FTSE 100 berada pada 6.136,10, turun -63,01 poin atau -1,02%

Indeks DAX berada pada 9.927,04, turun -95,89 poin atau -0,96%

Indeks CAC 40 berada pada 4.361,17, turun -62,81 poin atau -1,42%

Indeks IBEX 35 berada pada 8.852,00, turun -75,10 poin atau -0,84%

Lihat : Bursa Eropa Dibuka Positif Pasca Tragedi Brussels

Indeks saham AS rata-rata juga berada di jalur untuk seminggu negatif pertama mereka dalam enam minggu karena beberapa pejabat Federal Reserve menaikkan prospek pengetatan suku bunga pada bulan April.

Sementara pertemuan Fed pekan lalu dipandang sebagai dovish, dengan bank sentral mengatakan kemungkinan akan meningkatkan suku bunga dua kali tahun ini, kurang dari perkiraan sebelumnya, pejabat sekarang tampaknya menempatkan kenaikan suku bunga di bulan April.

Pada hari Rabu, Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan sudah waktunya bagi The Fed untuk bergerak.

Kepercayaan investor terpukul awal pekan ini setelah beberapa serangan bom bunuh diri di Brussels di mana sedikitnya 31 orang tewas dan ratusan luka-luka, atas serangan yang terjadi di bandara kota dan stasiun metro.

Bursa Asia berakhir lebih rendah Kamis, menyusul penurunan dalam ekuitas AS semalam di tengah penurunan harga minyak dan kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga pada bulan April.

Saham sektor energi dan sektor sumber daya dasar yang tertekan Kamis di tengah anjloknya harga komoditas. Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan lebih rendah sementara logam di seluruh papan berada di zona merah. Kemerosotan dalam minyak adalah karena data dari Energy Information Administration AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah naik untuk minggu keenam berturut-turut pekan lalu, menambah kekhawatiran kelebihan pasokan.

Pelemahan harga minyak mentah menekan saham-saham energi seperti Tullow Oil, Total dan BP.

Kelemahan dalam logam juga menekan saham Anglo American yang turun lebih dari 5 persen, sementara yang lain termasuk saham Rio Tinto dan saham Arcelor Mittal juga lebih rendah.

Dalam berita perusahaan, Banco Popolare dan Banca Popolare di Milano (BPM) sepakat untuk melakukan penggabungan pada Rabu. Banco Popolare mengatakan akan melakukan peningkatan modal € 1 milyar ($ 1,1 milyar). Saham Banco Popolare turun sekitar 4 persen dan dihentikan dalam perdagangan, sementara BPM agak lebih tinggi. Sektor perbankan secara keseluruhan lebih rendah.

Sementara itu, saham pengecer di Inggris Next turun lebih dari 8 persen setelah mengatakan 2016 bisa menjadi tahun terberat yang telah dihadapi sejak 2008 setelah melaporkan kenaikan 5 persen laba sebelum pajak untuk tahun 2015. Berita itu menyeret pengecer Inggris lainnya termasuk Marks & Spencer dan Sports Direct.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan bergerak lemah merespon pelemahan lanjutan minyak mentah dan juga volume perdagangan yang sedikit menjelang libur panjang Paskah.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here