Bursa Wall Street Berakhir Negatif Tertekan Anjloknya Minyak Mentah

285

Bursa Saham AS ditutup melemah pada ahir perdagangan Rabu dengan merosotnya saham energi akibat penurunan harga minyak mentah di bawah $ 40 per barel.

Sektor Energi ditutup turun 2,1 persen untuk memimpin pelemahan pada indeks S & P 500.

Harga minyak mentah berjangka AS berada di $ 39,79, turun $ 1,66, atau 4 persen pada penurunan terburuk harian sejak 11 Februari. Persediaan minyak mentah mingguan menunjukkan membangun 9,4 juta barel. Sedangkan persediaan minyak mentah di Cushing dan persediaan bensin menurun.

Indeks komposit Nasdaq berakhir 1,1 persen lebih rendah sebagai saham Gilead Sciences kehilangan hampir 3,9 persen dan saham Apple berbalik lebih rendah untuk menutup setengah persen lebih rendah. IShares Nasdaq Bioteknologi ETF (IBB) ditutup turun 3,36 persen untuk hari terburuk dalam lebih dari seminggu.

Gilead Sciences kalah dalam pertempuran paten dengan Merck pada Selasa, dengan juri menjunjung keabsahan dua paten Merck dalam sengketa profil tinggi lebih dari obat hepatitis C Gilead. Saham Merck ditutup naik 0,09 persen.

Indeks Russell 2000 ditutup hampir 2 persen lebih rendah selama tiga hari beruntun pertama sejak 5 hari kerugian beruntun yang berakhir 11 Februari, ketika saham mencapai posisi terendah dalam apa yang disebut bawah Dimon.

Indeks Dow transport berakhir turun sekitar 0,7 persen.

Dengan penurunan Rabu, S & P 500 menghapus keuntungan untuk tahunan sejauh ini, sementara Dow Jones diadakan sekitar setengah persen lebih tinggi untuk tahun ini sejauh ini. Kedua indeks berada dalam 5 persen dari tertinggi intraday 52-minggu mereka.

Saham IBM dan saham Nike merupakan kontributor terbesar untuk penurunan di Dow Jones Industrial Average, yang berakhir di dekat posisi terendah sesi, turun sekitar 80 poin. Saham Nike ditutup hampir 3,8 persen lebih rendah setelah sempat jatuh lebih dari 5 persen dalam perdagangan pagi hari

Saham UnitedHealth adalah kontributor atas ke keuntungan di Dow Jones.

Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Mixed Terpengaruh Serangan Brussels

Dalam berita perusahaan lain, Departemen Asuransi California menyetujui merger yang direncanakan untuk asuransi kesehatan Centene dengan Health Net.

General Mills melaporkan laba 65 sen per saham, tiga sen di atas perkiraan, sedangkan penjualan bersih turun 8 persen menjadi $ 4 miliar untuk penurunan kuartalan ketiga berturut-turut karena dolar yang kuat dan permintaan AS yang lemah. Saham ditutup naik hampir 0,4 persen.

Dalam berita ekonomi, penjualan rumah baru naik 2,0 persen pada Februari ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 512.000 unit, kata Reuters. Penjualan rumah baru keluarga tunggal naik di Barat, tapi turun tajam di timur laut, Midwest dan Selatan.

Volume aplikasi hipotek mingguan menurun 3,3 persen secara musiman yang disesuaikan, menurut Mortgage Bankers Association.

Hasil Treasury beringsut lebih rendah, dengan yield 2-tahun di dekat 0,85 persen dan 10-tahun sekitar 1,88 persen.

Semalam, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan dalam sebuah laporan Reuters bank sentral harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada awal bulan depan jika ekonomi AS terus membaik. Sementara ia mendukung keputusan minggu lalu oleh rekan-rekannya untuk meninggalkan kebijakan tidak berubah, “ada kasus yang kuat bahwa kita perlu terus menaikkan suku,” katanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 79,98 poin, atau 0,45 persen, ke 17,502.59, dengan saham Nike sebagai penurun terbesar, sedangkan saham Visa dan UnitedHealth yang naik tertinggi.

Indeks S & P 500 ditutup turun 13,09 poin, atau 0,64 persen, pada 2,036.71, dengan sektor energi memipin delapan sektor yang lebih rendah, sedangkan sektor utilitas dan konsumen yang positif.

Indeks komposit Nasdaq ditutup turun 52,8 poin, atau 1,1 persen, di 4,768.86.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi Durable Goods Orders AS yang diindikasikan menurun dari hasil sebelumnta. Jika hasil ini terealisir dapat menekan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak melemah jika data ekonomi AS terealisir melemah. Namun juga tetap mencermati pergerakan harga minyak mentah yang dapat mempengaruhi pergerakan bursa Wall Street selanjutnya.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here