Indeks Kospi Bergerak Turun Merespon Pelemahan Minyak Mentah Dan Pertumbuhan Ekonomi

630
indeks kospi

Pada pembukaan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (24/03), indeks Kospi berawal negatif, bergerak naik turun, saat ini terpantau turun -1,30 poin, atau -0,07 persen, pada 1984.67. Pelemahan indeks Kospi terpengaruh pelemahan minyak mentah dan pertumbuhan ekonomi yang belum mengesankan.

Lihat : Bursa Seoul Tertekan Pelemahan Minyak Mentah Dan Sentimen Suku Bunga AS

Harga minyak mentah berakhir turun pada penutupan perdagangan hari Kamis, dan membukukan kerugian mingguan pertama mereka dalam lebih dari satu bulan, tertekan oleh berbagai sentimen bearish yaitu catatan persediaan minyak mentah AS yang tinggi, melemahnya pasar ekuitas, dan dolar yang kuat.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 33 sen, atau 0,8 persen, pada $ 39,46 per barel. Untuk minggu ini, turun sekitar 5 persen, penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Februari.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 2 sen menjadi $ 40,45 per barel. Ini mencatat penurunan hampir 3 persen pada pekan ini, yang menggeser kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Berbagai Sentimen Bearish

Tekanan pada bursa Korea Selatan juga datang dengan hasil pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir 2015 naik melebihi perkiraan, namun masih belum memuaskan secara keseluruhan.

Ekonomi Korea Selatan yang disesuaikan tumbuh secara musiman 0,7 persen selama tiga bulan terakhir tahun lalu dibandingkan kuartal sebelumnya, data bank sentral direvisi menunjukkan pada hari Jumat (25/03), sedikit lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Hasil tersebut lebih baik daripada kenaikan 0,6 persen yang diperkirakan oleh Bank of Korea pada akhir Januari, meskipun masih lebih lambat dari kenaikan 1,2 persen direvisi yang terccatat untuk kuartal hingga September, data bank sentral menunjukkan.

Namun revisi data produk domestik bruto yang dirilis menegaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tergelincir dari level tertinggi lima tahun pada kuartal keempat sebagai lonjakan transaksi properti memudar dalam tiga bulan terakhir 2015.

Lihat : Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan Q4-2015 Naik Melebihi Perkiraan

Pada awal perdagangan pagi ini, saham-saham kapital besar Korea Selatan mixed, dengan saham Samsung naik -0,47 persen, saham Korea Electric Power turun -0,51%, saham Hyundai Motor turun -0,96 persen, saham Amorepacific naik 1,42%, saham hyundai Mobis turun -1,22%.

Sementara untuk indeks kospi berjangka terpantau turun -0,40 poin atau -0,16% pada 244.95, turun dari posisi penutupan sebelumnya pada 245.35.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Kospi selanjutnya berpotensi melemah terbatas jika harga minyak mentah melemah dan pertumbuhan ekonomi yang masih belum mengesankan. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 241.68-238.27 dan kisaran Resistance 247.63-250.60.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here