Dollar AS Sesi Asia 29 Maret Tidak Mau Jatuh Lagi

236

Diawal perdagangan forex hari kedua pekan ini (29/03)  dollar AS yang berhasil dilumpuhkan perdagangan sebelumnya oleh rival-rival utamanya kecuali terhadap yen. Beberapa rilis data ekonomi semalam memberikan tekanan terhadap dollar yang pekan lalu berhasil rally selama 6 hari berturut.

Dari rentetan data ekonomi yang dirilis, data core PCE atau tingkat inflasi konsumsi pribadi serta data personal spending atau belanja konsumsi pribadi menunjukkan data yang kurang menggembirakan disaat kantor statistik melaporkan kenaikan tingkat pendapatan atau personal income. 

Sentimen diatas membuat euro, pound, swissfranc dan kurs komoditas berhasil rebound ditengah liburnya perdagangan kawasan Eropa, khususnya pound yang berhasil mencetak volume penguatan harian tertinggi diantara rival utamanya dollar.

Kurs komoditas seperti aussie, loonie dan kiwi dollar juga berhasil rebound dari tekanan dollar meskipun disesi Amerika harga minyak mentah turun kembali setelah sempat alami kenaikan diawal sesi Eropa. Anjloknya harga minyak mentah masih dibebani oleh data pasokan minyak mentah Amerika.

Lihat: Harga Minyak Mentah Turun Tipis Terpicu Perkiraan Bearish Harga

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot terkini sedang bergerak positif, perdagangan semalam  ditutup melemah sekitar  0,2% setelah dibuka pada posisi 96,29 dan ditutup pada posisi  95,96.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here