Harga CPO 29 Maret Tertekan Penguatan Ringgit Dan Pelemahan Minyak Mentah

364

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Selasa siang (29/03) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terjadi dengan kenaikan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan minyak mentah di sesi perdagangan Asia.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,15% pada 3.9971.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 28 Maret Terangkat Pelemahan Ringgit Dan Kenaikan Minyak Mentah

Harga CPO siang ini juga tertekan pelemahan harga minyak mentah. Harga minyak mentah turun di sesi perdagangan Asia pada Selasa (29/03) dengan perkiraan sementara analis untuk kenaikan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 13 sen ke $ 39,26 per barel pada 0211 GMT, setelah menyelesaikan turun 7 sen di $ 39,39, di sesi sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 16 sen menjadi $ 40,11. Pada hari Senin Brent berakhir turun 17 sen menjadi $ 40,27 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Terpicu Kekuatiran Peningkatan Persediaan

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Juni 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar 16 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.746 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi pelemahan harga minyak mentah terpicu sentimen kekenyangan global. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Mei 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.700 ringgit dan 2.650 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan dites jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.800 ringgit dan 2.850 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here