Dollar Sesi Asia Akhir Maret Berusaha Pulih Dari Tekanan Dovish Fed

290

Diawal perdagangan forex hari Kamis (31/03)   dollar AS berusaha menguat memangkas pelemahan 3 hari berturut perdagangan sebelumnya, dimana kekuatan rebound tersebut sedikit didapat dari pelemahan harga minyak mentah yang melemahkan kurs komoditas

Namun secara fundamental, posisi dollar masih lemah dan pasar kecewa sekali dengan pernyataan dovish Janet Yellen beberapa hari lalu dalam event Economic Club New York. Beliau menyatakan Federal Reserve akan berhati-hati untuk melanjutkan kenaikan suku bunganya menimbang kondisi ekonomi global yang masih suram.

Dari sisi data ekonomi yang dirilis semalam juga memberikan tambahan lemahnya fundamental dollar setelah ADP melaporkan pertambahan lapangan kerja baru dibawah data periode bulan sebelumnya meski data menunjukkan diatas perkiraan penurunan.

Lihat: Pekerjaan Swasta AS Bulan Maret Hanya Bertambah 200.000

Kurs komoditas seperti aussie, loonie dan kiwi dollar retreat terhadap dollar merespon kondisi pergerakan harga minyak mentah yang kurang menguntungkan. Dimana harga minyak anjlok lagi mendapat tekanan dari data pasokan minyak mentah AS dan juga imbasnya ke global. Terhadap rival utama lainnya, dollar berhasil rebound dengan euro, poundsterling, swissfranc.

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot terkini sedang bergerak positif, perdagangan semalam  ditutup melemah sekitar  0,7% setelah dibuka pada posisi 95,17 dan ditutup pada posisi  95,79.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here