IHSG 31 Maret Berakhir Naik Terdorong Bargain Hunting Investor Asing

241

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (31/03) berakhir naik 0,60 persen pada 4845,37. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 ditutup naik 0,58% ke posisi 840.35. Penguatan IHSG sore ini terus terdorong aksi beli saham investor asing yang didukung penguatan Rupiah dan optimisme ekonomi Indonesia.

Pada sore ini, terpantau Rupiah menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDIDR melemah 0,42 persen pada 13,196. Pelemahan dollar AS masih terpicu komentar dovish Ketua Fed Janet Yellen semalam. Ketua Federal Reserves AS Janet Yellen menyatakan perlu kehati-hatian untuk kenaikan suku bunga lanjutan.

The Federal Reserve harus melanjutkan dengan hati-hati dalam menyesuaikan kebijakan, demikian Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan Selasa, mengakui bahwa kondisi ekonomi dan keuangan dalam beberapa hal kurang menguntungkan sekarang dibandingkan pada bulan Desember.

Yellen, berbicara kepada Economic Club of New York, mencatat dalam sambutannya yang disiapkan bahwa pembacaan baru pada kekuatan ekonomi AS sejak awal tahun telah mixed. Semua indeks utama AS berbalik positif dan hasil Treasury mencapai multi-minggu terendah setelah rilis pernyataan Yellen ini.

Lihat : Sinyal Dovish Yellen, Kenaikan Suku Bunga Kemungkinan Melambat

Penguatan IHSG juga terdorong optimisme ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya Paket Kebijakabn konomi Tahap XI oleh Pemerintah.

Pemerintah Indonesia pada hari Selasa, 29 Maret 2016 kembali meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Minggu ke-V Maret 2016 Tahap XI. Paket kebijakan kali ini mencakup empat bidang yaitu :

Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE), menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi UMKM.

Dana Investasi Real Estate (DIRE), yaitu menerbitkan DIRE dengan biaya yang relatif rendah dalam rangka peningkatan efisiensi dalam penyediaan dana investasi jangka panjang untuk menunjang percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan sesuai Program Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019.

Pengendalian Risiko untuk Memperlancar Arus Barang di Pelabuhan (Indonesia Single Risk Management – ISRM) yaitu mempercepat pelayanan kegiatan impor/ekspor yang memberikan kepastian usaha, efisiensi waktu dan biaya perizinan, serta menurunkan dwelling time

Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mendorong keterjangkauan harga obat di dalam negeri.

Lihat : Paket Kebijakan Ekonomi Indonesia Tahap XI – Bagian 1

Pada akhir perdagangan IHSG sore ini didukung oleh 7 sektor yang positif. Pada penutupan perdagangan sore ini tercatat 154 saham menguat, sedangkan 166 saham melemah. Di akhir perdagangan saham sore ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 6,39 miliar saham dengan nilai mencapai 6,89 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 274,048 kali.

Lihat : IHSG 31 Maret Sesi 1 Flat, Profit Taking Lokal Berupaya Menekan

Tercatat dana asing yang masuk pasar modal sore ini sebesar Rp. 410,82 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan perdagangan IHSG selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan penguatan bursa global dan optimisme ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4813-4778, dan kisaran Resistance 4878-4909.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here