Akhir Harga CPO 1 April Terangkat Pelemahan Ringgit Dan Penurunan Produksi

430

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada akhir perdagangan Jumat (01/04) ditutup positif. Kenaikan harga CPO siang ini dipicu penurunan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan juga kekuatiran lanjutan penurunan produksi.

Pada sore ini terpantau dollar AS menguat terhadap Ringgit. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,37% pada 3.8898. Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga masih terpicu penuruna produksi di negara produsen CPO. Produksi minyak sawit di Malaysia, produsen terbesar kedua di dunia, diperkirakan turun 2 juta ton dari tahun sebelumnya pada tahun minyak yang berakhir September 2016 karena pengaruh dari El Nino, kata terkemuka analis industri Dorab Mistry.

Untuk semester pertama tahun kalender 2016, produksi Malaysia diperkirakan menurun satu juta ton, Mistry sampaikan pada Konferensi Minyak Internasional Ketigabelas di Beijing.

Produksi untuk dua bulan pertama tahun ini berjalan lebih dari 100.000 ton kurang dari periode yang sama tahun lalu, Mistry mengatakan, dan defisit diperkirakan meluas untuk setidaknya 350.000 ton pada akhir Maret.

Mistry juga memperkirakan produksi sawit Indonesia jatuh sebesar 1,2 juta ton dan harga sawit akan mencapai RM3,000 tahun ini.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini ditutup menguat. Harga kontrak Juni 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 23 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.748 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 31 Maret Naik Terpicu Kekuatiran Penurunan Produksi

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit dan kekuatiran penurunan produksi.

Harga CPO berjangka kontrak Juni 2016 di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan selanjutnya berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.800 ringgit dan 2.850 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.700 ringgit dan 2.650 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here