Aussie Melemah Tergerus Penurunan Penjualan Ritel

281

Dolar Australia turun terhadap dollar AS pada sesi perdagangan Asia hari Senin pagi ini (04/04), setelah Australia merilis angka penjualan ritel untuk bulan Februari. Penjualan kembali barang baru dan bekas datang pada 0,0 persen (MoM) dibandingkan 0,4 persen yang diperkirakan dan 0,3 persen pada Januari. Terakhir kali Australia mengalami pertumbuhan maupun kontraksi dalam perdagangan ritel di Desember 2015.

Dalam data lain, imbal hasil obligasi pemerintah Australia 2 tahun turun lebih dari 0,8 persen. Ini berarti bahwa angka-angka yang lebih buruk dari perkiraan memungkinkan RBA dalam waktu dekat memotong tingkat suku bunga.

Hasil lebih rendah dari pembelian toko diantisipasi bisa berarti pertumbuhan ekonomi berkurang. Aliran penurunan modal dalam perekonomian sebagai akibat dari ini dapat menghambat pada kisaran target 2 sampai 3 persen inflasi RBA. Hal ini dapat menyebabkan bank sentral untuk bereaksi dengan memotong tingkat suku bunga.

Terpantau saat ini pasangan kurs AUDUSD melemah 0,43 persen pada 0.7630.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan kurs pasangan AUDUSD pada perdagangan selanjutnya bergerak melemah terbatas dengan menurunnya data penjualan ritel. Kurs diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 0.7548-0.7450, sedangkan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance 0.7739-0.7851.

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here