Harga Batubara Rotterdam Akhir Pekan Tergerus Pelemahan Minyak Mentah

246

Pada akhir perdagangan Sabtu dini hari (02/03), harga batubara Rotterdam turun karena merosotnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah anjlok 4 persen pada hari penutupan perdagangan akhir pekan Jumat setelah pernyataan wakil putra mahkota Arab saudi mengatakan Arab Saudi tidak akan membekukan produksi kecuali Iran dan produsen utama lainnya ikut melakukan juga.

Harga minyak mentah berjangka AS menetap di $ 36,79 per barel, turun $ 1,55, atau 4 persen setelah menetap sampai 2 sen pada hari Kamis. Harga naik hampir 4 persen selama Januari-Maret, juga keuntungan kuartalan pertama sejak melonjak hampir 25 persen pada kuartal kedua tahun lalu.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun $ 1,63, atau 4 persen, ke $ 38,70 per barel. Brent naik 6 persen pada kuartal pertama tahun ini, kenaikan tersebut pertama sejak rally 15 persen pada kuartal kedua 2015.

Lihat : Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Anjlok 4 Persen Setelah Pernyataan Arab Saudi

Dengan pelemahan harga minyak mentah tersebut, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Mei 2016 turun di posisi 44,60 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,20 dollar atau setara dengan -0,45 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Terangkat Kenaikan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan sentimen negatif kekenyangan persediaan minyak mentah yang akan melemahkan minyak mentah. Namun bisa terangkat jika ada kemajuan dalam kesepakatan pembekuan produksi minyak mentah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 44,10 dollar dan support kedua di level 43,60 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 45,10 dollar dan 45,60 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here