Market Outlook 4-8 April 2016

344

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau ditutup turun tipis ke level 4,843.19, namun secara mingguan masih mencatatkan hasil positif 0,33 persen, didukung oleh aksi beli saham dengan dukungan penguatan bursa global dan optimisme ekonomi Indonesia dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi Tahap XI.  Untuk minggu berikutnya ini (4-8 April) IHSG kemungkinan pasar akan berupaya lagi menerobos level 4900 sembari memperhatikan data yang dapat berkorelasi dengan perkembangan global, sementara pasar kelihatannya cenderung pesimis untuk kenaikan suku bunga the Fed di bulan April ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4945 dan 5029, sedangkan support di level 4772 dan kemudian 4680.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau akhirnya mengalami koreksi sementara mata uang dollar sedang bangkit menguat secara global, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,104. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,200 dan 13,400, sementara support di level 13,000 dan 12,900.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis Balance of Trade Februari dan ISM Non-Manufacturing PMI Maret pada Selasa malam; data persediaan minyak mentah AS pada Rabu malam; FOMC Minutes pada Kamis dinihari; Pidato Yellen pada Jumat dinihari;
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa Unemployment Rate Februari zona Euro; Balance Of Trade Februari Jerman dan Inggris pada Jumat sore
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Balance Of Trade Februari dan Interest Rate Decision Australia pada Selasa; Caixin Services PMI Maret Tiongkok pada Rabu pagi; BOJ Monthly Report pada Kamis siang; Consumer Confidence Jepang pada Jumat siang

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang berakhir bergerak flat merespon data pekerjaan AS yang kuat, namun tingkat pengangguran juga meningkat. Dollar AS pada akhir hari Jumat terhadap sekeranjang mata uang dari posisi terendah lebih dari lima bulan Kamis setelah pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan data pabrik mendorong ekspektasi mengurangi tingkat dovish Federal Reserve AS, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau melemah ke level 94.61. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau menguat ke level 1.1383. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1297 dan 1.1196 sementara resistance pada 1.1501 dan kemudian 1.1604.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.4222 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.4051 dan kemudian 1.3871 sedangkan resistance pada 1.4424 dan 1.4616. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 111.60. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.47 dan 115.44, serta support pada 109.66 serta level 107.55. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7663. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7476 dan 0.7289, sementara resistance level di 0.7808 dan 0.7990.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah, dengan penguatan yen yang menekan bursa saham di Jepang. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16,164. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17130 dan 18071, sementara support pada level 15266 dan lalu 14377. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20498. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21429 dan 22402, sementara support di 19417 dan 18477.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat terdukung data pekerjaan AS yang positif. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level  17,792.61, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17924 dan 18332, sementara support di level 17099 dan 16744. Index S&P 500 minggu lalu menguat terbatas ke level 2,072.78 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2105 dan 2174, sementara support pada level 1969 dan 1900.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, harga Emas turun 1 persen pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat setelah data pekerjaan AS Maret mengalahkan ekspektasi, menenangkan beberapa ketakutan tentang ekonomi AS dan memicu spekulasi tentang waktu kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan dijalankan oleh Federal Reserve AS tahun ini. Harga emas dunia melemah ke level $1,220.07 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1228 dan berikut $1243, serta support pada $1203 dan $1189. 

 

Pergerakan pasar global begitu dinamis, perlu dicermati indikator-indikator ekonomi yang dapat menggerakkan pasar global, karena itu sangat penting untuk mencermati dan mengikuti perkembangan pasar global dan penggeraknya. Pada dasarnya setiap pergerakan harga pasar global dapat dicermati dan diperkirakan, sama seperti ketika kita melihat tanda cuaca mendung, maka kemungkinan akan hujan, nah tanda-tanda ini yang disebut indikator penggerak tersebut, yaitu berita-berita ekonomi global dan pernyataan-pernyataan dari para pakar dan pemimpin ekonomi di berbagai belahan dunia. Begitu banyak sarana untuk memperoleh berita penggerak tersebut. Kalau Anda mau belajar lebih jauh, ikuti terus Vibiznews.com. Berita penggerak dan review perkembangan investasi ada di situ. Mari maju bersama Vibiznews.com untuk keuntungan investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here