Gencarkan Produk Investasi, Saham BBRI Bergerak Flat

211

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menggiatkan aktivitas pemasaran produknya. Selain produk perbankan yang bersifat konvensional seperti simpanan dan pinjaman, Bank BRI juga semakin gencar dalam memasarkan produk non konvensionalnya. Pada awal bulan Arpil 2016 ini Bank BRI menggencarkan kembali produk investasinya, salah satunya melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Seperti yang disampaikan secara resmi melalui website Bank BRI, dijelaskan bahwa DPLK BRI adalah salah satu produk investasi yang dimiliki Bank BRI, dengan memberikan pembayaran manfaat pensiun secara berkala yang dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu. Secara umum, lebih dari 50% asset kelolaan DPLK BRI ditempatkan di Instrumen Pasar Uang, dengan return atau imbal hasil yang diberikan rata-rata di atas benchmark.

Terkait dengan kinerjanya di tahun 2015, DPLK Bank BRI mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif. Hingga akhir tahun lalu, jumlah dana kelolaan DPLK Bank BRI mencapai Rp. 4,7 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 127% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Untuk instrumen investasi, para peserta DPLK Bank BRI cenderung lebih konservatif di tengah kondisi pasar modal yang labil. Sebanyak 57,3% dana investasi masih di pasar uang. Sedangkan portofolio ke Pendapatan Tetap sekitar 41,3%.

Sementara itu di tahun 2016 ini, Bank BRI menargetkan pertumbuhan dana kelolaan DPLK sebesar 150% yoy atau menjadi sebesar Rp. 7,0 triliun serta kenaikan jumlah peserta DPLK menjadi 154 ribu peserta perorangan dan 170 perusahaan.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (05/04/16) saham BBRI dibuka pada level 11,100 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 11,100 dan bergerak dalam kisaran 11,050 – 11,1750 dengan volume perdagangan saham mencapai 11,9 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI sejak 2 pekan terakhir terpantau mengalami pola naik. Terpantau indikator MA bergerak flat. Selain itu indikator Stochastic bergerak datar di area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak menurun tipis didukung oleh -DI yang juga bergerak datar yang menunjukan pergerakan BBRI flat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBRI. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp10,900 hingga target resistance di level Rp11,250.

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here