Siapkan Proyek Jakarta Layang, Saham JSMR Berpotensi Naik Tipis

305

Sebagai upaya mendukung program pembanguna pemerintah Indonesia, dimana salah satu yang menjadi fokus utama adalah pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.

Jasa Marga memperoleh proyek pembangunan jalan tol Jakarta Layang sepanjang 37 km, dan kini menyiapkan dana sebesar Rp. 11 triliun. Adapun secara perhitungan, biaya konstruksi tol layang tersebut mencapai Rp 300 miliar per kilometer, belum termasuk pelebaran jalan yang harus dilakukan untuk membangun tol Jakarta Layang.

Dari laporan  perseroan yang tahun lalu membagikan dividen sebesar Rp491,2 miliar (Rp72,24 per lembar), akan membagikan dividen bagi pemegang sahamnya sebesar Rp293.27 miliar atau Rp43,13 per lembar sahamnya. Padahal dari sisi perolehan laba bersih pada tahun 2015 berhasil mencapai laba yang meningkat dari tahun sebelumnya, dari Rp1,40 triliun menjadi Rp1,46 triliun.

Tahun 2015 JSMR bagikan dividen 35% dari laba bersih yang diterima, namun untuk tahun ini dari hasil RUPST hanya 20% dari laba bersih. Sepanjang tahun lalu, keuntungan perusahaan meningkat 3 persen secara tahunan dibandingkan dengan tahun 2014 yang ditopang oleh pendapatan bisnis tol dan konstruksi.

Pendapatan JSMR dari bisnis tol meningkat dari Rp7,23 triliun menjadi Rp7,63 triliun, dari bisnis konstruksi mendapatkan sebesar Rp2,2 triliun yang meningkat dari Rp1,94 triliun tahun 2014. Dari pendapatan tersebut, akhirnya JSMR meraup keuntungan sebesar Rp1,46 triliun atau Rp215,64 per saham, tahun sebelumnya hanya Rp1,42 triliun atau Rp209,08 per saham.

Melihat pergerakan harga sahamnya pada perdagangan hari Selasa (05/04), saham JSMR dibuka  pada level 5550 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5500. Hingga siang ini bergerak pada kisaran 5450-5550  dengan volume perdagangan saham mencapai 1,63 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JSMR sejak pertengahan Maret lalu alami pergerakan naik tipis. Terpantau indikator MA bergerak naik  tipis dengan  indikator Stochastic bergerak di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat  serta +DI meningkat yang menunjukan pergerakan JSMR masih berpotensi naik namun sedikit. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya rekomendasi trading pada target level support di level Rp5450 hingga target resistance di level Rp5650.

 

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here