Euro Sesi Asia 10 April Belum Kuat Untuk Lawan Dollar

209

Pergerakan kurs Euro yang sudah melemah sejak akhir pekan lalu dengan volume yang terbatas, bergerak negatif pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (6/04). Sentimen yang melemahkan euro perdagangan sebelumnya masih terus berlanjut, dimana data service PMI Jerman dan beberapa negara besar kawasan Euro menurun bahkan tekanan ditambah oleh data pesanan pabrik Jerman yang terkontraksi.

Rilis data ekonomi kawasan Euro dan beberapa negara anggotanya sangat mengecewakan kemarin dimulai dari survey markit untuk kinerja sektor jasanya yang lebih rendah dari survey bulan sebelumnya. Selain itu ada data pesanan pabrik Jerman yang kontraksi dari periode sebelumnya serta data omset ritel kawasan yang dilaporkan Eurostat menurun dari biasanya.

Secara fundamental, pergerakan  euro hari ini dapat dipengaruhi oleh beberapa rilis data seperti data produksi industri Jerman dan juga data survey Markit untuk sektor ritel kawasan Euro.

Dari sisi pergerakan dollar AS, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya rebound terhadap safe haven yang menghajarnya semalam kecuali terhadap kurs komoditas. Pergerakan kuat dollar AS pagi ini mendapat tenaga dari pernyataan Shinzo Abe yang lemahkan kurs yen.

Lihat: Shinzo Abe Lemaskan Yen Sesi Asia 6 April

Pergerakan kurs Euro di sesi Eropa (10:10:35 GMT) bergerak lemas  terhadap dollar AS,  setelah  dibuka turun pada   1.1382  di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  Euro turun 13 pips  atau 0,1%  dan nilai bergulir  berada pada 1.1369. 

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD dapat turun terus  ke posisi    1.1343-1.1305  namun jika koreksi maka pair dapat naik  kembali ke kisaran  1.1375-1.1412.
.

 

 

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here