Harga Minyak Mentah Naik Tipis Dengan Optimisme Kuwait Untuk Pembekuan Produksi

402
Harga minyak mentah ditutup sedikit lebih tinggi dalam perdagangan berombak Selasa setelah Kuwait mengatakan pembekuan produksi oleh produsen minyak utama akan terus dilanjutkan tanpa Iran.
 
Sebuah pertemuan negara-negara penghasil minyak di Doha pada 17 April akan memberikan kesepakatan untuk membekukan produksi, demikian dinyatakan Gubernur OPEC Kuwait dan dua sumber mengatakan.
 
Deputi Menteri Perminyakan Iran Marzieh Shahdaei telah mengatakan sebelumnya Teheran akan memilih keluar dari rencana pembekuan produksi untuk meningkatkan ekspor minyak mentah pada tingkat pra-sanksi. Iran adalah eksportir terbesar kedua di Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak terbesar keempat di dunia.
 
Pekan lalu, wakil pangeran Arab Saudi dilaporkan mengatakan kerajaan tidak akan berpartisipasi dalam produksi tanpa keterlibatan Iran.
 
Harga minyak mentah berjangka AS menetap di $ 35,89 per barel, naik 19 sen, atau 0,53 persen. Sebelumnya tenggelam ke $ 35,24, terendah sejak 4 Maret di tengah kekhawatiran data awal dari American Petroleum Institute pada yang akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS pada minggu kedelapan berturut-turut mencapai rekor tertinggi.
 
Harga minyak mentah berjangka patokan global Brent, naik 35 sen ke $ 38,04 per barel, setelah mencapai terendah satu bulan di $ 37,27.
 
Harga minyak mentah tetap hampir 40 persen di atas posisi terendah 12-tahun yang terjadi pada pertengahan Februari, meskipun pemulihan mereka telah melempem sejak pekan lalu dengan skeptisisme atas rencana pembekuan produksi.
 
Minyak mentah AS dibebani awal sesi oleh data pemerintah pada hari Senin menunjukkan penurunan bulanan pertama dalam permintaan bensin AS dalam 14 bulan. Permintaan bensin telah menjadi salah satu pilar terkuat minyak mentah AS untuk bulan sekarang.
 
Permintaan bensin AS masih kuat meskipun cuaca buruk pada bulan Januari. Hanya mulai meningkat dari pertengahan Februari dan tetap kuat sejak saat itu menurut data mingguan.
 
Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA, yang diperkirakan menurun dari hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi melemah pada perdagangan Asia, jika data persediaan minyak mentah mingguan AS yang dirilis API terealisir meningkat. Sedangkan jika data EIA terealisir menurun malam nanti, harga minyak mentah berpotensi menguat. Kemajuan pertemuan produsen OPEC dan non-OPEC untuk pembekuan produksi jga akan dicermati. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 35,50-$ 35,00, dan jika harga rebound akan menembus kisaran Resistance $ 36,50-$ 37,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here