Harga CPO 7 April Terdukung Pelemahan Ringgit Dan Kenaikan Minyak Mentah

321

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis siang (07/04) terpantau naik. Kenaikan harga CPO siang ini dipicu pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS menguat terhadap Ringgit. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,14% pada 3.8871.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah berjangka terangkat oleh penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah, meskipun beberapa pedagang memperingatkan bahwa kelebihan pasokan dan permintaan fisik tidak menjamin pemulihan harga yang kuat pada tahap ini.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,9 juta barel dalam pekan sampai 1 April dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,2 juta barel, menurut data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) kontrak bulan depan diperdagangkan pada $ 38,09 per barel, naik 34 sen dari penutupan terakhir mereka dan 8 persen di atas posisi terendah April mereka.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional diperdagangkan di atas $ 40 per barel pada awal perdagangan dan berdiri di $ 40,07 pada 0038 GMT, naik 23 sen dari terakhir dekat dan hampir 8 persen di atas posisi terendah yang dicapai awal pekan ini.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Menembus $ 40

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Juni 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 7 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.729 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 6 April Tergerus Penguatan Ringgit

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan pelemahan Ringgit.

Harga CPO berjangka kontrak Juni 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.780 ringgit dan 2.830 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.680 ringgit dan 2.630 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here