Laba Bersih 2015 Meningkat, Saham MEGA Masih Tertekan

706

PT Bank Mega Tbk (MEGA) berhasil menutup tahun 2015 dengan pencapaian laba bersih setelah pajak sebesar Rp,1,05 Triliun atau meningkat 85,39% dari Rp. 568 miliar pada periode yang sama tahun 2014.

Hasil tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib dalam acara Public Expose sebagai bentuk keterbukaan informasi dan memenuhi peraturan Bursa Efek Indonesia, Kamis (07/04) di di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta.

Seperti yang juga dijelaskan dalam press release Bank Mega, peningkatan laba khususnya berasal dari peningkatan interest income, fee base income, dan penurunan Cost of Funds serta keuntungan penjualan surat berharga.

Pendapatan bunga bersih Bank Mega tumbuh 20,33% dari Rp.2,74 triliun pada akhir 2014 menjadi Rp.3,30 triliun pada akhir Desember 2015. Di sisi lain pendapatan operasional selain bunga juga memberikan kontribusi yang baik karena mencapai Rp.1,93 triliun pada akhir Desember 2015 dibanding pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp1,40 triliun atau meningkat 38,61%.

Sementara itu, asset tumbuh 2,47% menjadi Rp.68,22 triliun pada akhir Desember 2015 dari Rp 66,58 triliun pada periode yang sama pada tahun 2014. Dalam antisipasi perlambatan ekonomi, Bank Mega menjalankan pendekatan yang lebih konservatif dalam menghadapi kondisi ekonomi. Dengan pendekatan ini, portofolio Kredit mengalami penurunan sebesar 3,62% menjadi Rp 32,40 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 33,61 triliun.

Strategi Bank Mega dalam menjaga likuiditas yaitu dengan menetapkan posisi LDR pada kisaran 65% – 70%, selain itu Bank Mega juga fokus dalam melakukan upaya menurunkan cost of fund. Dengan kondisi makro yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan pada kredit, maka pencapaian Dana Pihak Ketiga disesuaikan dengan target LDR tersebut. Hal ini mengakibatkan Dana Pihak Ketiga sedikit menurun sebesar 2,51% menjadi Rp. 49,74 triliun di akhir 2015 dari posisi tahun 2014 sebesar Rp. 51,02 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (7/4/16) saham MEGA dibuka pada level 2600 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2700 dan bergerak dalam kisaran 2600 dengan volume perdagangan saham mencapai 100 lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MEGA sejak awal bulan April ini bergerak datar. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic bergerak turun di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan MEGA dalam potensi menurun. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MEGA masih akan dalam tren penurunan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MEGA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2200 hingga target resistance di level Rp3000.

 

Lens Hu/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asidoe Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here