Harga Gula ICE Turun Dengan Harapan Panen Dan Pelemahan Real Brazil

437

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Jumat dini hari (08/04) berakhir lemah, terpicu harapan panen di Brazil dan pelemahan mata uang Real Brazil.

Harga gula mentah berjangka turun terpicu kondisi panen yang menguntungkan di Brasil.

“Sedikit percepatan dalam penghancuran tebu diperkirakan dalam dua minggu berikutnya di daerah pusat-selatan Brazil,” kata Tracey Allen, seorang analis komoditas senior Rabobank,.

“Laju peningkatan panen sekarang meraih perhatian pasar. Mata uang Real Brazil juga akan menjadi faktor.” Dia merujuk kelemahan dalam Real Brazil, yang mendorong produsen Brazil untuk menjual gula dalam mata uang dolar.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Mei 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,19 sen atau setara dengan -1,30 persen pada posisi 14,43 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Turun Terpicu Harapan Panen Brazil

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan harapan panen produksi gula di Brazil. Potensi penguatan dollar AS juga perlu dicermati yang dapat menekan harga gula.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 13,90 sen dan 13,40 sen. Sedangkan level Resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  14,90 sen dan 15,40 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here