Harga Minyak Mentah Naik Tipis Terbantu Positifnya Data Ekonomi AS Dan Jerman

448

Harga minyak naik tipis pada Jumat pagi, terangkat oleh indikator ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat dan Jerman yang bisa mendukung permintaan bahan bakar, tetapi analis memperingatkan bahwa pasar minyak mentah masih terancam oleh kekuatiran kelebihan pasokan yang berkelanjutan.

Para pedagang mengatakan ada beberapa sentimen bullish di pasar minyak Jumat pagi setelah laporan oleh Federal Reserve AS bahwa negara ekonomi terbesar dunia tersebut berada di jalur pertumbuhan ekonomi yang maju.

Di Eropa, lembaga pemeringkat Moody`s mengatakan bahwa Jerman, negara ekonomi terbesar di kawasan Eropa, diperkirakan mengalami kenaikan sedikit dalam pertumbuhan ekonomi menjadi 1,8 persen, terdorong permintaan domestik yang kuat.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak bulan depan diperdagangkan pada $ 37,64 per barel pada 0040 GMT, naik 38 sen dari penutupan terakhir mereka.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent naik 24 sen menjadi $ 39,67 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun 1 Persen Terpicu Peningkatan Pasokan

Meskipun laporan positif dari dua ekonomi terbesar di dunia, analis memperingatkan bahwa harga minyak mentah bisa jatuh lagi segera karena ada beberapa tanda-tanda bahwa kelebihan pasokan global dalam produksi minimal 1 juta barel per hari (bph) akan terjadi segera.

Irak mengatakan pada hari Kamis bahwa ekspor dari pelabuhan selatan yang telah mencapai hampir 3,5 juta barel per hari pada April, naik dari rata-rata 3,29 juta barel per hari pada bulan Maret, menempatkan keraguan tentang pengaruh pertemuan yang direncanakan oleh produsen utama pada tanggal 17 April untuk mempertahankan tingkat produksinya.

Iran, yang terbebas dari sanksi internasional yang melumpuhkan negara tersebut pada bulan Januari yang telah memotong ekspor minyak mentah untuk sedikit lebih dari 1 juta barel per hari, mengatakan pihaknya hanya akan berpartisipasi dalam pembekuan produksi setelah kembali ke tingkat pra-sanksi dari 4 juta barel per hari, memudarkan harapan bahwa kelebihan pasokan dapat dikendalikan segera.

ANZ Bank juga mengatakan bahwa ada tanda-tanda tren penurunan baru bisa segera terjadi untuk harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi melemah dengan kekuatiran kelebihan pasokan, kecuali jika hari ini meningkat kembali optimisme pembekuan produksi. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 37,10-$ 36,60, dan jika kembali naik akan menembus kisaran Resistance $ 38,10-$ 38,60.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here