Meski Dollar AS Kuat,Kurs Pound Sesi Asia Masih Dilirik

220

Ditengah perdagangan sesi Asia hari Jumat (8/04), kurs poundsterling yang  sudah  3 hari berturut alami tekanan jual kuat berhasil dilirik dan dilakukan bargain hunting setelah sebelumnya jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan perdagangan. Sehingga kurs mata uang Inggris pagi ini sanggup kuat ditengah penguatan dollar AS terhadap kurs safe haven.

Namun penguatan pagi ini dapat terkoreksi kembali jika pada sesi Eropa beberapa rilis data ekonomi yang diperkirakan lebih rendah dari periode sebelumnya menekan pair GBPUSD. Data tersebut berupa data produksi manufaktur dan neraca perdagangan barang yang akan dilaporkan kantor statistik nasional Inggris (ONS).

Dari sisi pergerakan dollar AS, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya bergerak positif setelah perdagangan sebelumnya anjlok terhadap safe haven oleh kekhawatiran pasar akan pertumbuhan ekonomi global.

Lihat: Dollar Sesi Asia Akhir Pekan Dihibur Janet Yellen

Pergerakan kurs poundsterling  di sesi Asia (02:15:35 GMT) menguat terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih tinggi  pada   1.4054 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound turun 8 pips  atau 0,01%  dan nilai bergulir  berada pada 1.4067.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun ke posisi support 1.4016-1.3978 namun jika koreksi turun  maka pair dapat  kembali ke kisaran  1.4124-1.4194.

 

 

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here