Dollar Akhiri Sesi Asia 11 April Masih Sesak Nafas

626

Jelang akhir perdagangan forex sesi Asia awal  pekan (11/04)   dollar AS masih sulit bernafas lega setelah pekan lalu dalam kondisi yang tertekan kuat terhadap rival-rival utama khususnya safe haven yen. Meski pemerintah Jepang akhir pekan lalu umumkan akan intervensi menurunkan nilai mata uangnya.

Pekan lalu dollar alami tekanan jual dari pasar yang kecewa akan prospek rencana kenaikan lanjutan suku bunga bank sentral Amerika tersebut, sehingga dimanfaatkan beberapa rival utamanya yang memiliki fundamental yang lemah seperti euro dan pound. 

Dalam perdagangan forex pekan lalu euro dan pound berhasil mencetak penguatan mingguan melanjutkan penguatan mingguan pekan sebelumnya. Terhadap kurs komoditas seperti aussie, loonie dan kiwi dollar awal pekan ini kembali lanjutkan penguatannya terhadap dollar mendapat dukungan dari posisi harga minyak mentah yang masih dalam trend bullish melanjutkan perdagangan akhir pekan lalu yang rally hingga 6 persen.

Lihat: Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Melonjak 6 Persen, Mingguan Naik 7 Persen

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot terkini sedang bergerak negatif, setelah dibuka lemah di 94,19 kini indeks turun ke posisi 94,10. Akhir pekan lalu indeks dollar anjlok anjlok 0,1 persen.

Untuk penggerak fundamental hari ini, khususnya pada sesi Amerika malam nanti pasar dapat mencermati pertemuan tertutup Federal Reserve yang baru diumumkan hari Jumat lalu. Pasar berharap sinyal positif terhadap prospek kenaikan Fed rate.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here