Gencarkan Kredit Usaha Rakyat, Saham BBRI Masih Tertekan

204

Presiden Joko Widodo  dalam Kunjungan Kerja di Sub Terminal Agribisnis Bawang Merah, Desa Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016), menyatakan dengan penetapan bunga KUR yang jauh lebih rendah, yaitu besaran bunga KUR 9% dari sebelumnya mencapai 22%. maka diharapkan masyarakat tidak lagi meminjam kepada rentenir, namun dapat meminjam KUR lewat bank yang sudah disediakan.

Merespon hal tersebut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada kuartal I 2016, sebesar Rp 50,8 triliun. Dengan penyaluran KUR tersebut menggambarkan dukungan BRI bagi kredit masyarakat pedesaan.

Untuk target penyaluran KUR BRI tahun ini mencapai Rp 67,5 triliun. Pencapaian tersebut terdiri atas KUR Ritel sebesar Rp 39,5 triliun dengan debitur sebanyak 2.666.488 pelaku UMKM.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (11/04/16) saham BBRI dibuka pada level 10,800 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 10,800 dan bergerak dalam kisaran 10,475 – 10,875 dengan volume perdagangan saham mencapai 19,32 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI sejak awal Maret terpantau bergerak sideways. Terpantau indikator MA bergerak turun tipis. Selain itu indikator Stochastic bergerak di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan BBRI berpotensi turun. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp10,400 hingga target resistance di level Rp11,200.

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here