Pertumbuhan Kredit Baru Triwulan I Turun; Triwulan II Diperkirakan Meningkat

373

Pertumbuhan Kredit baru pada triwulan I-2016 diperkirakan masih melambat. Perlambatan pertumbuhan kredit baru tersebut diperkirakan akibat belum tingginya kebutuhan pembiayaan korporasi pada awal tahun dan kebijakan perbankan yang selektif dalam pemberian kredit untuk menekan kenaikan risiko kredit bermasalah atau Non Performing Loans (NPLs). Demikian rilis yang disampaikan Bank Indonesia, Rabu (13/04).

Pertumbuhan kredit baru pada triwulan I-2016 mencatatkan hasil 31,3%, turun dari hasil triwulan sebelumnya pada 56,9%.

Namun Pertumbuhan kredit baru diperkirakan akan meningkat pada Triwulan II-2016. Perkiraan pertumbuhan kredit baru Triwulan II-2016 diperkirakan 95,5%, meningkat dari triwulan sebelumnya 31,3%.

pertumbuhan kredit baru-BI

Sumber : Bank Indonesia

 

Adapun perlambatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada Kredit Modal Kerja dan Kredit Konsumsi. Pada Kredit Konsumsi penurunan terjadi pada Kartu Kredit dan Kredit Multiguna. Sedangkan peningkatan terjadi pada Kredit Kendaraan Bermotor, yang sejalan dengan kenaikan penjualan kendaraan pada Januari-Februari 2016.  

Secara sektoral, penurunan terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, yang sejalan dengan tren penurunan harga komoditas energi dan belum pulihnya ekspor komoditas pertambangan dan penggalian pada Januari-Februari 2016.

Sejalan dengan perkiraan peningkatan pertumbuhan kredit baru pada triwulan II-2016, hasil Survei Perbankan juga mengindikasikan optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit keseluruhan tahun 2016. Hal itu tercermin dari perkiraan pertumbuhan kredit tahun 2016 sebesar 12,3% (yoy), lebih tinggi dari 12,0% (yoy) pada hasil survei triwulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh perkiraan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin membaik, penurunan suku bunga kredit, penurunan risiko penyaluran kredit, dan peningkatan kondisi likuiditas bank. Sementara itu, rata-rata suku bunga dana dan kredit sampai dengan akhir tahun 2016 diperkirakan berada dalam tren penurunan.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here