Saham Agri Satu-satunya Pembela IHSG, Sektor Tambang Mengecewakan

307

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  perdagangan hari Kamis (4/04) retreat dan masuk zona merah oleh aksi asing yang melakukan profit taking cukup banyak hingga mencetak net sell Rp199 miliar. Aksi jual asing ini mendapat sinyal buruk  dari pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Lihat: IHSG 14 April Ditutup Turun Tergerus Profit Taking

Perdagangan hari keempat pekan ini, IHSG  ditutup turun 0,79 persen pada 4814,85 dan indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup turun 0,94% ke posisi 831.56.  Pelemahan IHSG hari ini  dipicu oleh pelemahan  9 sektor  dengan sektor tambang dan aneka industri menjadi biang keroknya. 

Lihat: Denyut Sektoral IHSG : Tertekan Sektor Pertambangan, Saham KKGI Biang Keroknya

Selain kedua sektor tersebut,  sektor-sektor yang telah menekan IHSG hari ini datang dari sektor property, sektor perdagangan, sektor consumer, sektor industri dasar, sektor keuangan, infrstruktur dan  manufaktur .  Adapun saham unggulan yang mengkontribusi pelemahan indeks 9 sektor tersebut yaitu saham ADRO, PTBA, AUTO, SMGR, INTP, BBRI, BBCA, TLKM, JSMR, ADHI, GGRM, UNVR dan ICBP.  Sedangkan saham unggulan yang berusaha mengangkat IHSG yaitu saham BMRI, BBTN, BSDE, KLBF, UNTR dan AALI.

Dari 10 sektor yang diperdagangkan hanya sektor Agri satu-satunya menguat sendiri, dan penguatan sektor ini melanjutkan penguatan perdagangan sebelumnya. 

Lihat:  IHSG 31 Maret Berakhir Naik Terdorong Bargain Hunting Investor Asing

Sektor agri naik   0,31%  setelah perdagangan sebelumnya menguat   0,5 persen, saham-saham yang  tinggikan  sektor ini yaitu saham AALI,SGRO dan LSIP. Sedangkan saham yang  berusaha jeblokkan   sektor ini yaitu saham  TBLA, BWPT dan GZCO.

 

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here