Harga Kakao ICE Naik Terpicu Kekuatiran Penurunan Produksi

294

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Jumat dinihari (15/04) naik. Penguatan harga kakao terpicu kekuatiran penurunan produksi.

Laporan Rabobank Agri Commodities bulan Maret menyatakan kedatangan biji kakao di pelabuhan Pantai Gading turun 4 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baru-baru ini Kementerian Pertanian Pantai Gading juga menyatakan defisit produksi kakao diproyeksikan sebesar 200.000 ton pada periode berjalan. Ini merupakan penurunan 12%.

Para ahli pertanian negara tersebut menyatakan produksi terganggu oleh fenomena cuaca El Nino yang telah membawa angin Harmattan paling parah dalam tiga dekade.

Penggiling yang membeli sebagian besar biji pertengahan tanaman yang lebih kecil juga khawatir tentang kualitas produksi menurun dan yang akan membuat kakao yang dipanen bahkan tidak cocok untuk pengolahan.

Lihat : Harga Kakao ICE Turun Tertekan Penurunan Penggilingan Eropa

Di akhir perdagangan Jumat dini hari harga kakao berjangka kontrak Juli 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 34 dollar atau 1,15 persen pada posisi 2.988 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan melemah dengan perkiraan cuaca hujan yang mulai merata untuk memberikan harapan perbaikan produksi di negara-negara produsen kakao dan penguatan dollar.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 2.940 dollar. Jika level support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.890 dollar. Sedangkan level resistance yang akan ditembus jika terjadi kenaikan ada pada 3.040 dollar dan 3.090 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here