Harga Minyak Mentah Sesi Asia Stabil Menjelang Pertemuan Produsen

675

Harga minyak mentah berjangka stabil pada hari Jumat (15/04) dalam perdagangan tipis karena para pedagang enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan yang direncanakan pada akhir pekan oleh eksportir minyak utama yang ingin mengendalikan kelebihan pasokan global.

Produsen minyak dipimpin oleh eksportir Arab Saudi dan Rusia berencana untuk bertemu di Qatar pada hari Minggu untuk membahas pembekuan produksi sekitar level saat ini dalam upaya untuk mengatasi kekenyangan pasokan global yang memproduksi sekitar 2 juta barel minyak mentah setiap hari lebih dari permintaan.

Para pedagang mengatakan mereka enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan yang berlangsung di luar jam pasar tersebut.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5 sen menjadi $ 41,55.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 43,88 per barel pada 0449 GMT, 4 sen di atas posisi terakhir mereka.

Namun dengan fokus diskusi di sekitar titik pembekuan produksi pada atau dekat tingkat rekor saat ini, sebagian besar analis mengatakan mereka memiliki sedikit harapan bahwa potensi kesepakatan Doha akan mengurangi banjir yang telah menarik ke bawah harga minyak mentah sebanyak 70 persen sejak 2014.

Alih-alih mendorong harga naik tinggi, Barclays mengatakan kesepakatan bisa mencegah harga dari jatuh lebih jauh. “Jika dukungan sisi fundamental supply terjadi dan harapan pasar untuk sebuah pernyataan yang kredibel dan komitmen terpenuhi, pertemuan itu bisa membantu mencegah harga dari kejatuhan kembali ke kisaran rendah $ 30.”

Konsultan energi Wood Mackenzie memperkirakan “produksi OPEC naik 0,5 juta barel per hari (bph) dari tahun ke tahun pada tahun 2016, dengan sebagian besar pertumbuhan yang datang dari Iran dan Irak, keduanya telah berencana untuk meningkatkan produksi tahun 2016.”

Di sisi permintaan, konsumsi minyak Tiongkok turun 2,4 persen pada Maret dari bulan yang sama tahun lalu, menjadi 10,28 juta barel per hari, karena penurunan tak terduga dari kilang minyak dan lonjakan ekspor bahan bakar halus, demikian laporan Reuters berdasarkan data pemerintah yang dtunjukkan pada hari Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan kewaspadaan investor menantikan pertemuan pembekuan produksi di Doha, Qatar pada hari minggu. Namun harga bisa rebound jika ada pernyataan positif untuk pertemuan tersebut. Juga perlu dicermati pergerakan Dollar AS yang juga mmepengaruhi harga minyak mentah. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 41,00-$ 40,50, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 42,00-$ 42,50.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here