Harga Batubara Rotterdam Akhir Pekan Menguat; Mingguan Naik 5 Persen

303

Pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dini hari (16/04), harga batubara Rotterdam menguat, mengabaikan pelemahan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat dengan kehati-hatian investor menantikan hasil pertemuan produsen minyak mentah dunia untuk pembekuan produksi di Doha, Qatar.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir turun 2,75 persen lebih rendah, atau $ 1,14, pada $ 40,36. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 66 sen, atau 1,5 persen, pada $ 43,18 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Terancam Anjlok Dengan Gagalnya Pertemuan Doha

Harga batubara Rotterdam ICE menguat terdorong sentimen penurunan produksi batubara Tiongkok.

Pertambangan batubara Tiongkok memproduksi sebanyak 293.800.000 mt batubara pada bulan Maret, turun 4,5% secara tahunan, menurut angka yang dirilis Biro Nasional Statistik Tiongkok, Jumat kemarin.

Sedangkan secara kuartalan, pada Januari-Maret, Pertambangan batubara Tiongkok memproduksi total 811.270.000 mt batubara, turun 5,3% dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya, kekuatiran penurunan produksi juga datang dengan sentiment dari Peabody Energy, penambang batubara terbesar di AS, mengajukan perlindungan kebangkrutan Rabu, hasil dari perubahan lingkungan, teknologi dan ekonomi yang mendatangkan malapetaka di industri batubara tersebut.

Di akhir perdagangan harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Mei 2016 berada di posisi 46,60 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 0,20 dollar atau setara dengan 0,43 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.  Secara mingguan harga batubara Rotterdam ICE masih mencatatkan hasil positif 5,19%.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Melonjak 4 Persen Terpicu Kekuatiran Penurunan Produksi

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah, dengan anjloknya harga minyak mentah tertekan gagalnya kesepakatan pertemuan produsen minyak mentah utama untuk membekukan produksi di Doha, Qatar, hari minggu kemarin.

Lihat : Pertemuan Doha Gagal Capai Kesepakatan

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 46,10 dollar dan support kedua di level 45,60 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 47,10 dollar dan 47,60 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here