Market Outlook 18-22 April 2016

422

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau fluktuatif di mana posisi gain oleh sentimen bursa kawasan yang menguat tergerus oleh aksi ambil untung, sehingga secara mingguan bursa ditutup terkoreksi tipis pada level 4,823.57. Untuk minggu berikutnya ini (18-22 April) IHSG kemungkinan pasar akan berupaya lagi melewati level 4900 sembari investor memperhatikan data keuangan para emiten untuk kuartal pertama. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4930 dan 4990, sedangkan support di level 4760 dan kemudian 4650.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat tertekan sementara mata uang dollar sedang berupaya menanjak secara global, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,173. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,280 dan 13,400, sementara support di level 12,925 dan 12,830.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; diikuti dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; dilanjutkan dengan Philly Fed Manufacturing Index dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; diteruskan dengan rilis Claimant Count Change Inggris pada Rabu sore; berikutnya adalah pengumuman Minimum Bid Rate dari ECB yang diperkirakan bertahan di level sangat rendah 0. 0% pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pengumuman BI Rate pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan di level 6.75%, sementara BI sedang menyiapkan penggantian BI Rate menjadi Seven Days Reverse Repo Rate yang mulai efektif per 19 Agustus mendatang.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat berupaya bangkit di tengah perkiraan pasar menguatnya peluang the Fed untuk menaikkan suku bunganya kembali, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau menguat terbatas ke level 94.690. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah ke level 1.1283. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0820 dan 1.0715 sementara resistance pada 1.1495 dan kemudian 1.1710.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.4198 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.3830 dan kemudian 1.3650 sedangkan resistance pada 1.4675 dan 1.4805. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 108.72. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.80 dan 114.90, serta support pada 110.70 serta level 107.60. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7715. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7415 dan 0.7100, sementara resistance level di 0.7740 dan 0.7850.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat dengan kenaikan dari bursa global di Amerika walaupun agak tertahan kemudian dengan data pertumbuhan ekonomi China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan ke level 16848. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17290 dan 17960, sementara support pada level 15255 dan lalu 14539. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 21316. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21465 dan 22800, sementara support di 19800 dan 18875.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau membukukan penguatannya dengan 1% lebih, terhitung yang terbaik untuk tahun ini, di antara data ekonomi Amerika yang masih mixed. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 1.82% ke level  17,890.47, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17960 dan 18185, sementara support di level 17370 dan 17125. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,074.05 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2100 dan 2135, sementara support pada level 2001 dan 1970.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau fluktuatif dalam situasi dollar yang berupaya rebound, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah tipis ke level $1233.85 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1262 dan berikut $1307, serta support pada $1208 dan $1180. Di Indonesia, harga emas terpantau turun tipis ke level Rp524,141.

Fluktuasi pasar investasi di tahun ini kelihatannya masih terus bergejolak (volatile). Dinamikanya tidak pernah habis. Bagi yang awam, periode seperti ini acapkali mendatangkan salah posisi dan selanjutnya kerugian. Tapi bagi trader yang professional, justru ini periode yang menarik karena mendatangkan banyak profit. Kata kuncinya ada dua untuk memenangkan pasar investasi ini: belajar dan rajin monitor. Keduanya bisa didapat dengan seketika dari vibiznews.com. Terimakasih, semoga sukses investasi Anda bertambah-tambah, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here