Harga Batubara Rotterdam ICE Naik Mengabaikan Pelemahan Minyak Mentah

322

Pada akhir perdagangan Selasa dini hari (19/04), harga batubara Rotterdam lanjutkan penguatan, kembali mengabaikan pelemahan harga minyak mentah. Penguatan harga batubara Rotterdam terpicu kekuatiran penurunan produksi, sehingga mendorong aksi beli pedagang.

Harga minyak mentah ditutup turun pada akhir perdagangan Senin, mengurangi penurunan lebih tajam,  setelah pemogokan pekerja di Kuwait memangkas produksi minyak negara itu lebih dari setengah, mengimbangi kegagalan kesepakatan produsen minyak dunia membekukan produksi.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 58 sen lebih rendah, atau 1,4 persen, pada $ 39,78, setelah tergelincir ke $ 37,61 pada sesi rendah. Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan global Brent turun 24 sen pada $ 42,86. Itu telah jatuh $ 3 di awal sesi.

Lihat : Penurunan Produksi Kuwait Menahan Harga Minyak Mentah Turun Lebih Jauh

Penguatan harga batubara Rotterdam terpicu kekuatiran penurunan produksi, sehingga mendorong aksi beli pedagang.

China’s State Administration of Work Safety mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya pada Senin bahwa kapasitas produksi resmi tambang batubara di negara itu akan disesuaikan agar sesuai dengan yang 276 batas hari kerja, yang berarti bahwa tambang mengetatkan produksi.

Hal ini berarti akan mengurangi jumlah hari kerja bagi penambang batubara untuk 276 per tahun dari 330 karena tawaran untuk mengatasi banjir pasokan kronis yang telah melemahkan harga.

Dengan permintaan dari perusahaan semakin berkurang dan pertambangan menghadapi kerugian yang meluas, Tiongkok berencana untuk menutup 500 juta ton kapasitas produksi batubara selama tiga sampai lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya untuk memotong surplus yang diperkirakan lebih dari 2 miliar ton per tahun.

Kekuatiran penurunan produksi juga datang dengan sentiment dari Peabody Energy, penambang batubara terbesar di AS, mengajukan perlindungan kebangkrutan Rabu, hasil dari perubahan lingkungan, teknologi dan ekonomi yang mendatangkan malapetaka di industri batubara tersebut.

Di akhir perdagangan harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Mei 2016 berada di posisi 47,50 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 0,90 dollar atau setara dengan 1,93 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.  

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Akhir Pekan Menguat; Mingguan Naik 5 Persen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah, dengan masih kuatnya sentimen kekenyangan pasokan global minyak mentah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 47,00 dollar dan support kedua di level 46,50 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 48,00 dollar dan 48,50 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here