Infrastruktur Dan Perpajakan, Penekanan Menkeu Di Pertemuan Bank Dunia-IMF

526

Menteri Keuangan Indonesia Bambang P.S. Brodjonegoro dalam kapasitasnya sebagai Chair of Joint World Bank/IMF Develompent Committee (DC Chair) menyampaikan keynote speech dalam Pembukaan Sidang ECOSOC di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat pada Senin (18/04). Sidang tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari pembahasan Addis Ababa Action Agenda (AAAA) khususnya di bidang pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Demikian rilis yang disampaikan dalam website Kementerian Keuangan pada hari ini.

Menkeu menyatakan posisi penting Asia Pasific adalah mengambil peran dalam mendorong pembiayaan pembangunan berkelanjutan, khususnya dua area penting yang terkait dengan permasalahan global, yaitu pembiayaan infrastruktur dan kerja sama perpajakan internasional.

Menurut Menkeu, pembiayaan infrastruktur menjadi poin penting karena investasi infrastruktur memainkan peran yang signifikan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarnegara. Selain itu, infrastruktur juga dapat meningkatkan konektivitas, baik dalam bentuk fisik maupun melalui virtual.

Sedangkan dalam masalah perpajakan internasional, dibahas khususnya yang terkait dengan penghindaran pajak, serta tindak pidana pencucian uang. Untuk mengatasi masalah tersebut, Menkeu mendorong negara-negara Asia Pasifik agar mendukung pelaksanaan inisiatif global Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEoI) yang akan dilaksanakan secara penuh pada tahun 2018.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here