Harga Minyak Mentah Sesi Asia Retreat Seiring Berakhirnya Pemogokan Kuwait

350

Harga minyak mentah berjangka retreat pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (20/04) setelah pekerja minyak Kuwait mengakhiri mogok tiga hari yang telah memotong produksi dari negara di Timur Tengah, tersebut dan data menunjukkan kenaikan pasokan minyak mentah AS naik pekan lalu.

Pekerja minyak dan gas Kuwait mengakhiri mogok tiga hari yang sempat memangkas produksi minyak mentah anggota OPEC hampir setengahnya, demikian pernyaat serikat pekerja dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter-nya, Selasa.

Kuwait Oil Company terpaksa memangkas produksi untuk sedikitnya 1,1 juta barel per hari (bph) dari tingkat normal sekitar 3 juta barel per hari. Pada Selasa, produksi telah pulih menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari.

Akhir pemogokan menghidupkan kembali suasana bearish yang dipengaruhi oleh kegagalan produsen utama untuk mencapai kesepakatan pada hari Minggu pada pembekuan produksi, untuk membantu mengatasi ketidakseimbangan pasar yang telah menyebabkan kemerosotan harga sejak 2014.

Harga minyak mentah berjangka AS turun turun 85 sen pada $ 40,23. Kontrak naik US $ 1,30, atau 3,3 persen, ke $ 41,08 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen menjadi $ 43,35 per barel pada 0302 GMT. Pada hari Selasa, mereka ditutup naik $ 1.12, atau 2,6 persen, pada $ 44,03 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Terpicu Pemogokan Kuwait

Menambah sentimen bearish, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik lebih dari yang diperkirakan pekan lalu.

Persediaan minyak mentah naik 3,1 juta barel dalam pekan hingga 15 April menjadi 539,5 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,4 juta barel. Persediaan minyak mentah di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 235.000 barel, kata API.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi merosot dengan kembalinya kekuatiran terhadap kekenyangan pasokan global, dipicu meningkatnya persediaan minyak mentah dengan adanya laporan API. Malam nanti juga akan dirilis data resmi oleh pemerintah AS untuk persediaan minyak mingguan AS, yang diindikasikan menurun, jika ini terealisir akan mengangkat harga minyak mentah. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 39,75-$ 39,25, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 40,75-$ 41,25.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here